August 20, 2026

Kabadiklat Harli Siregar Resmikan PKA Angkatan I dan II: Tekankan Peran Peserta sebagai Agen Perubahan Menuju Kejaksaan Adaptif dan Transformatif

Kabadiklat Harli Siregar Resmikan PKA Angkatan I dan II: Tekankan Peran Peserta sebagai Agen Perubahan Menuju Kejaksaan Adaptif dan Transformatif

Jakarta – Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) Kejaksaan RI secara resmi membuka Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I dan II.

Acara pembukaan yang berlangsung khidmat ini dipimpin langsung oleh Kepala Badan Diklat Kejaksaan RI, Harli Siregar. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa para peserta tidak hanya dituntut untuk menguasai materi, tetapi juga harus menjadi motor penggerak perubahan di lingkungan institusi.

Pesan Utama: Agen Perubahan dan Pemimpin Adaptif

Harli Siregar menyampaikan bahwa tantangan yang dihadapi oleh Kejaksaan ke depan semakin kompleks, seiring dengan dinamika hukum dan tuntutan publik yang terus berkembang. Oleh karena itu, ia menekankan tiga hal penting bagi para peserta:

  • Menjadi pemimpin yang adaptif – Mampu menyesuaikan diri dengan perubahan cepat, baik dari sisi teknologi, regulasi, maupun kebutuhan masyarakat.
  • Menjadi penggerak transformasi – Tidak hanya menjalankan tugas rutin, tetapi juga berani melakukan inovasi dan perbaikan berkelanjutan di unit kerjanya masing-masing.
  • Menjadi teladan integritas – Nilai-nilai kejaksaan yang bersih dan profesional harus tercermin dalam setiap langkah kepemimpinan.

Harapan untuk Masa Depan Kejaksaan

Lebih lanjut, Kabadiklat berharap melalui pendidikan ini, lahir para pemimpin yang tidak hanya cakap secara administratif, tetapi juga memiliki visi strategis untuk membawa perubahan positif. Beliau menegaskan bahwa peserta PKA adalah kader-kader terbaik yang akan menjadi tulang punggung transformasi organisasi di masa mendatang.

Kegiatan PKA ini merupakan bagian dari komitmen Badiklat Kejaksaan untuk terus meningkatkan kapasitas dan kapabilitas aparaturnya, sejalan dengan upaya mewujudkan Kejaksaan yang adaptif, responsif, dan dipercaya publik.