Dirut Pertamina Sampaikan ke Prabowo: Pengembangan B50 dan Persiapan Bioetanol
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) melaporkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai perkembangan program energi terbarukan, termasuk langkah menuju implementasi B50 dan persiapan produksi bioetanol.
Laporan Langsung ke Presiden
Dalam pertemuan tersebut, Dirut Pertamina memaparkan berbagai inisiatif strategis perusahaan untuk mendukung ketahanan energi nasional. Salah satu fokus utama adalah percepatan program campuran biodiesel 50 persen (B50) yang diharapkan dapat mengurangi impor bahan bakar minyak.
Pengembangan B50
Pertamina terus melakukan uji coba dan riset untuk memastikan kelayakan teknis dan ekonomis B50. Program ini merupakan kelanjutan dari keberhasilan implementasi B35 yang telah berjalan. Dengan B50, pemerintah menargetkan penghematan devisa negara yang lebih signifikan.
Persiapan Bioetanol
Selain B50, Pertamina juga menyiapkan langkah-langkah untuk memproduksi bioetanol sebagai campuran bahan bakar. Bioetanol, yang berasal dari sumber nabati seperti tebu atau singkong, diharapkan dapat menjadi alternatif energi terbarukan yang ramah lingkungan.
- Pertamina melakukan studi kelayakan untuk pabrik bioetanol.
- Perusahaan menjajaki kerja sama dengan petani lokal untuk pasokan bahan baku.
- Target awal produksi bioetanol diharapkan dapat memenuhi kebutuhan campuran bahan bakar nasional.
Laporan ini menunjukkan komitmen Pertamina dalam mendukung program pemerintah untuk mencapai kemandirian energi dan mengurangi emisi karbon. Presiden Prabowo menyambut baik langkah-langkah tersebut dan meminta percepatan realisasi program.
