OJK Dorong Peningkatan Edukasi Keuangan Remaja di Sekolah
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menggencarkan upaya peningkatan literasi keuangan di kalangan remaja Indonesia. Hal ini menyusul temuan bahwa tingkat pemahaman keuangan remaja di Indonesia baru mencapai 56 persen.
Angka tersebut dinilai masih rendah dan perlu ditingkatkan agar generasi muda lebih cakap dalam mengelola keuangan pribadi. OJK menekankan pentingnya edukasi keuangan sejak dini, terutama di lingkungan sekolah.
Pentingnya Edukasi Keuangan Sejak Dini
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyatakan bahwa literasi keuangan yang baik akan membantu remaja menghindari jeratan utang konsumtif dan investasi ilegal. Oleh karena itu, OJK mendorong integrasi materi keuangan dalam kurikulum sekolah.
Langkah Strategis OJK
Beberapa langkah yang sudah dan akan dilakukan OJK antara lain:
- Mengadakan program edukasi keuangan di sekolah-sekolah, baik secara langsung maupun daring.
- Mengembangkan modul dan materi ajar yang sesuai dengan usia dan kebutuhan remaja.
- Berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk memasukkan literasi keuangan dalam kurikulum formal.
- Mendorong peran serta orang tua dan guru dalam memberikan contoh pengelolaan keuangan yang baik.
Dengan upaya ini, diharapkan tingkat literasi keuangan remaja Indonesia dapat meningkat secara signifikan, sehingga mereka lebih siap menghadapi tantangan finansial di masa depan.
