Modus Pelaku Travel Gelap: Kabur Saat Tur ke Korea Selatan
Praktik ilegal dalam industri pariwisata kembali terungkap. Seorang bos travel disebut kerap menggunakan modus melarikan diri saat membawa wisatawan ke Korea Selatan.
Menurut laporan yang dikutip dari Tempo.co, modus ini bukanlah hal baru dan sudah sering terjadi. Pelaku biasanya memanfaatkan situasi di luar negeri untuk meninggalkan rombongan wisatawan begitu saja.
Bagaimana Modus Ini Terjadi?
Bos travel tersebut diduga sengaja merencanakan pelarian saat berada di Korea Selatan. Setelah tiba di negara tujuan, ia akan mencari kesempatan untuk menghilang, meninggalkan para wisatawan tanpa pemandu atau penanggung jawab.
Modus ini merugikan wisatawan yang sudah membayar paket perjalanan. Mereka tidak hanya kehilangan uang, tetapi juga harus menghadapi kesulitan di negara asing tanpa bantuan.
Dampak bagi Wisatawan
- Kehilangan biaya perjalanan yang sudah dibayarkan.
- Terlantar di luar negeri tanpa akomodasi dan transportasi yang jelas.
- Mengalami stres dan kesulitan berkomunikasi karena kendala bahasa.
- Harus mengurus sendiri kepulangan ke Indonesia dengan biaya tambahan.
Peringatan bagi Calon Wisatawan
Masyarakat diimbau untuk lebih waspada dalam memilih agen perjalanan. Pastikan travel yang digunakan memiliki izin resmi dan reputasi yang baik. Jangan mudah tergiur dengan harga murah tanpa melakukan pengecekan latar belakang perusahaan.
Pemerintah juga diharapkan dapat memperketat pengawasan terhadap biro perjalanan wisata, terutama yang menawarkan paket perjalanan ke luar negeri, guna mencegah kasus serupa terulang kembali.
