Pelatih Spanyol Tolak Gunakan Taktik Man-Marking Lawan Messi di Final
Pelatih timnas Spanyol, Luis de la Fuente, menegaskan bahwa dirinya tidak akan menerapkan taktik penjagaan satu lawan satu atau man-marking terhadap Lionel Messi dalam pertandingan final. Keputusan ini diambil untuk menjaga keseimbangan permainan tim dan menghindari kelemahan yang bisa dieksploitasi lawan.
Strategi Kolektif Lebih Diutamakan
De la Fuente lebih memilih pendekatan kolektif dalam menghadapi bintang Argentina tersebut. Ia percaya bahwa fokus pada permainan tim secara keseluruhan akan lebih efektif daripada menugaskan satu pemain khusus untuk mengawasi Messi. Menurutnya, taktik man-marking justru bisa mengganggu struktur pertahanan Spanyol.
Analisis Taktik Lawan
Pelatih berusia 62 tahun itu mengakui bahwa Messi adalah pemain istimewa yang sulit dihentikan. Namun, ia yakin dengan sistem pertahanan zona yang diterapkan skuadnya. De la Fuente menambahkan bahwa timnya telah mempelajari pergerakan Messi dan akan berusaha memotong aliran bola ke arahnya.
- Spanyol akan tetap menggunakan formasi andalan 4-3-3.
- Pemain seperti Rodri dan Gavi akan bertanggung jawab membantu pertahanan.
- Tim fokus pada pressing tinggi untuk merebut bola lebih awal.
Pertandingan final ini diprediksi berlangsung ketat. Spanyol ingin memutus rekor positif Argentina yang belum terkalahkan dalam 36 laga terakhir. De la Fuente optimistis anak asuhnya bisa tampil maksimal tanpa harus mengubah gaya bermain.
