13 Hidangan Lebaran dari Berbagai Negeri yang Sama Lezatnya
Hari Raya Idul Fitri identik dengan beragam sajian istimewa yang hanya muncul setahun sekali. Setiap negara memiliki tradisi kulinernya sendiri untuk merayakan Lebaran. Berikut adalah 13 makanan khas Lebaran dari berbagai negara yang tak kalah lezat dengan hidangan tradisional kita.
1. Ketupat (Indonesia)
Ketupat adalah ikon Lebaran di Indonesia. Terbuat dari beras yang dibungkus dalam anyaman daun kelapa muda, ketupat disajikan bersama opor ayam, rendang, atau sambal goreng ati.
2. Rendang (Indonesia/Malaysia)
Rendang, hidangan daging sapi yang dimasak perlahan dengan santan dan bumbu rempah, menjadi favorit saat Lebaran. Rasanya yang kaya dan teksturnya yang empuk membuatnya tak terlupakan.
3. Lemang (Malaysia/Indonesia)
Lemang adalah beras ketan yang dimasak dalam seruas bambu yang dilapisi daun pisang. Biasanya disantap dengan rendang atau serunding.
4. Kue Makmur (Indonesia)
Kue kering berbentuk bulat dengan taburan gula halus ini terbuat dari kacang hijau yang dihaluskan. Rasanya manis dan lumer di mulut.
- 5. Samosa (India/Pakistan) – Pastel segitiga berisi kentang dan daging cincang berbumbu, sering hadir sebagai camilan Lebaran.
- 6. Sheer Khurma (Pakistan/India) – Bubur manis dari bihun, susu, kurma, dan kacang-kacangan yang disajikan hangat.
- 7. Maamoul (Timur Tengah) – Kue kering isi kurma, kacang pistachio, atau walnut yang ditaburi gula bubuk.
- 8. Baklava (Turki) – Kue lapis dari filo pastry dengan isian kacang dan siraman sirup manis.
- 9. Kabsa (Arab Saudi) – Nasi berbumbu rempah dengan daging ayam atau kambing yang disajikan dalam porsi besar.
- 10. Tharid (Yaman) – Sup daging dengan potongan roti pipih yang direndam hingga lembut.
- 11. Kue Nastar (Indonesia) – Kue kering isi selai nanas yang menjadi primadona di meja tamu.
- 12. Kastengel (Indonesia) – Kue keju asin yang renyah, cocok sebagai teman minum teh.
- 13. Putri Salju (Indonesia) – Kue kering berbalut gula halus yang teksturnya rapuh dan manis.
Setiap hidangan memiliki cerita dan filosofi tersendiri. Namun, semuanya memiliki satu kesamaan: mempererat silaturahmi dan kebersamaan di hari yang fitri.
