August 25, 2026

Negara Tetangga Protes Akibat Asap Karhutla, Desakan Status Bencana Nasional Kian Kuat

Negara Tetangga Protes Akibat Asap Karhutla, Desakan Status Bencana Nasional Kian Kuat

Meningkatnya Tekanan dari Negara Tetangga

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Indonesia kembali memicu protes keras dari negara-negara tetangga. Asap yang menyebar luas tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran serius terhadap kesehatan masyarakat di kawasan tersebut. Akibatnya, desakan agar pemerintah Indonesia segera menetapkan status bencana nasional semakin menguat.

Dampak Asap Karhutla bagi Lingkungan dan Kesehatan

Asap dari karhutla telah menyelimuti sebagian besar wilayah Sumatera dan Kalimantan, bahkan hingga mencapai negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Kondisi ini menyebabkan kualitas udara menurun drastis, memicu gangguan pernapasan, serta mengganggu aktivitas penerbangan dan pelayaran. Banyak warga di negara tetangga melaporkan iritasi mata dan tenggorokan akibat paparan asap.

Desakan Status Bencana Nasional

Menyikapi situasi yang semakin parah, berbagai pihak, termasuk aktivis lingkungan dan anggota parlemen, mendesak pemerintah untuk menetapkan status bencana nasional. Langkah ini dianggap penting untuk memobilisasi sumber daya secara lebih efektif, mempercepat penanganan karhutla, serta memberikan kompensasi bagi korban terdampak. Tanpa status tersebut, upaya pemadaman api dan rehabilitasi lahan dinilai masih lamban.

Pemerintah sendiri telah mengerahkan personel dan peralatan, namun luasnya area yang terbakar serta sulitnya akses ke lokasi membuat penanganan belum optimal. Para ahli menekankan perlunya pendekatan yang lebih terpadu dan berkelanjutan, termasuk penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan.