July 24, 2026

Komisi IX DPR RI Desak Percepatan Imunisasi di Aceh: Langkah Preventif Harus Diutamakan

Komisi IX DPR RI Desak Percepatan Imunisasi di Aceh: Langkah Preventif Harus Diutamakan

Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia mendorong agar program imunisasi di Provinsi Aceh segera dipercepat. Anggota Komisi IX DPR RI, Ade Rezki Pratama, menegaskan bahwa upaya pencegahan melalui imunisasi harus menjadi prioritas utama dalam menjaga kesehatan masyarakat.

Pentingnya Imunisasi sebagai Langkah Pencegahan

Menurut Ade Rezki, imunisasi merupakan salah satu strategi paling efektif untuk mencegah penyebaran penyakit menular. Dengan cakupan imunisasi yang tinggi, risiko terjadinya kejadian luar biasa (KLB) dapat ditekan secara signifikan. Ia menekankan bahwa pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan di Aceh harus bekerja sama untuk memastikan setiap anak mendapatkan vaksinasi lengkap.

Tantangan di Lapangan

Meskipun imunisasi telah menjadi program nasional, masih terdapat sejumlah tantangan di Aceh, seperti akses ke daerah terpencil, rendahnya kesadaran masyarakat, serta ketersediaan vaksin. Komisi IX mendorong Dinas Kesehatan Aceh untuk meningkatkan sosialisasi dan memperkuat sistem distribusi vaksin agar tidak ada anak yang terlewat.

Dukungan Penuh dari Pemerintah Pusat

Ade Rezki juga menyampaikan bahwa pemerintah pusat berkomitmen penuh mendukung percepatan imunisasi di seluruh Indonesia, termasuk di Aceh. Dukungan tersebut meliputi penyediaan vaksin, tenaga kesehatan, serta pendanaan operasional. Ia berharap dengan kerja sama yang solid, target imunisasi nasional dapat tercapai.

Ajakan kepada Masyarakat

Dalam kesempatan tersebut, politikus Partai NasDem itu mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk aktif membawa anak-anak mereka ke posyandu atau fasilitas kesehatan terdekat guna mendapatkan imunisasi. “Imunisasi adalah hak anak dan kewajiban kita sebagai orang tua untuk melindungi mereka dari penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin,” ujarnya.

Langkah percepatan imunisasi ini diharapkan mampu menekan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit yang seharusnya bisa dicegah, seperti campak, rubella, polio, dan difteri. Komisi IX DPR RI akan terus memantau pelaksanaan program ini di Aceh secara berkala.