July 24, 2026

Peringatan Hasto Menjelang Muktamar: Jangan Seret NU ke Politik Praktis, Jangan Coba Pecah Belah

Peringatan Hasto Menjelang Muktamar: Jangan Seret NU ke Politik Praktis, Jangan Coba Pecah Belah

Jelang pelaksanaan Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU), Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, melontarkan peringatan keras. Ia mengingatkan agar tidak ada pihak yang berani menyeret organisasi keagamaan terbesar di Indonesia itu ke dalam pusaran politik praktis.

NU Terlalu Besar untuk Diintervensi

Hasto menegaskan bahwa NU memiliki massa dan pengaruh yang sangat besar. Organisasi ini bukanlah entitas yang bisa dimanipulasi untuk kepentingan kelompok atau golongan tertentu. “NU terlalu besar untuk diseret ke politik praktis. Jangan coba-coba memecah belah organisasi ini,” ujarnya dalam sebuah pernyataan.

Peringatan Menjelang Muktamar

Peringatan ini muncul di saat NU bersiap menggelar Muktamar ke-34 yang akan berlangsung di Lampung pada awal tahun 2024. Hasto menekankan pentingnya menjaga netralitas dan keutuhan NU sebagai organisasi keagamaan yang fokus pada kemaslahatan umat.

  • Menurut Hasto, muktamar seharusnya menjadi ajang untuk memperkuat persatuan dan merumuskan langkah ke depan bagi NU, bukan untuk kepentingan politik sesaat.
  • Ia juga mengingatkan bahwa sejarah telah membuktikan NU selalu mampu menjaga marwahnya sebagai organisasi keagamaan yang independen.

Jangan Ada Upaya Memecah Belah

Lebih lanjut, Hasto meminta semua pihak, terutama para politisi, untuk tidak melakukan intervensi atau upaya memecah belah NU. “Apapun kepentingannya, jangan pernah mencoba memecah belah NU. Ini adalah organisasi yang sangat besar dan kuat. Upaya memecah belah hanya akan merugikan bangsa dan negara,” tegasnya.

Pesan ini menjadi pengingat bagi semua elemen bangsa agar menghormati proses demokrasi internal NU dan tidak menjadikan muktamar sebagai panggung politik praktis.