July 19, 2026

Biaya Politik Mahal Picu Korupsi: KPK Dorong Kampanye Digital

Biaya Politik Mahal Picu Korupsi: KPK Dorong Kampanye Digital

KPK Soroti Mahalnya Biaya Politik

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menyoroti tingginya biaya politik di Indonesia. Lembaga antirasuah ini menilai ongkos politik yang mahal menjadi salah satu pemicu utama maraknya praktik korupsi di tingkat daerah.

Dorongan Menuju Kampanye Digital

Untuk menekan biaya politik, KPK mendorong penggunaan kampanye digital sebagai alternatif yang lebih efisien dan transparan. Kampanye melalui platform digital dianggap dapat mengurangi pengeluaran besar yang selama ini dibebankan kepada calon kepala daerah.

Menurut KPK, biaya politik yang tinggi seringkali mendorong pejabat terpilih untuk melakukan korupsi demi mengembalikan modal kampanye. Oleh karena itu, digitalisasi kampanye diharapkan bisa memutus rantai korupsi tersebut.

Data OTT Kepala Daerah

Data terbaru menunjukkan bahwa sebanyak 15 kepala daerah hasil Pilkada 2024 telah terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK. Angka ini memperkuat dugaan bahwa mahalnya biaya politik berkontribusi langsung terhadap tingginya angka korupsi di daerah.

  • Biaya politik yang mahal memicu praktik korupsi untuk mengembalikan modal.
  • Kampanye digital dinilai lebih murah dan transparan.
  • OTT terhadap 15 kepala daerah hasil Pilkada 2024 menjadi bukti nyata.

KPK berharap dengan adanya dorongan kampanye digital, para calon kepala daerah tidak lagi terbebani biaya besar sehingga dapat fokus pada pelayanan publik yang bersih dan bebas korupsi.