Kader NU Serukan Muktamar Bebas dari Intervensi dan Intrik Politik Praktis
Sejumlah kader Nahdlatul Ulama (NU) mengingatkan agar penyelenggaraan Muktamar ke-34 NU tidak diintervensi oleh intrik kepentingan politik praktis. Mereka menekankan pentingnya menjaga kemurnian dan kemandirian organisasi dalam forum tertinggi tersebut.
Menjaga Marwah Organisasi
Para kader menilai bahwa muktamar seharusnya menjadi ajang untuk memperkuat ukhuwah dan merumuskan program strategis, bukan menjadi ajang tarung kepentingan politik sesaat. Intervensi dari pihak luar, terutama yang bermotif politik praktis, dikhawatirkan dapat memecah belah persatuan dan mengganggu proses demokrasi internal NU.
Seruan untuk Semua Pihak
Mereka menyerukan kepada semua pihak, termasuk para calon pengurus dan simpatisan, untuk menahan diri dari praktik-praktik yang dapat mendelegitimasi hasil muktamar. Independensi NU harus dijaga agar tetap menjadi rahmatan lil alamin bagi bangsa dan negara.
- Menghindari politisasi muktamar untuk kepentingan kelompok tertentu.
- Mengedepankan musyawarah dan kekeluargaan dalam setiap pengambilan keputusan.
- Memastikan proses pemilihan berlangsung jujur, adil, dan transparan.
Dengan menjaga netralitas dan fokus pada tujuan organisasi, diharapkan Muktamar NU dapat menghasilkan kepemimpinan yang kuat dan program yang bermanfaat bagi seluruh warga NU dan masyarakat Indonesia.
