August 13, 2026

Mendes PDT Yandri Laporkan Dugaan Deepfake ke Bareskrim Terkait Warung Disuruh Tutup karena Kopdes

Mendes PDT Yandri Laporkan Dugaan Deepfake ke Bareskrim Terkait Warung Disuruh Tutup karena Kopdes

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDT) Yandri Susanto melaporkan dugaan penyebaran konten deepfake ke Bareskrim Polri. Laporan ini terkait dengan video yang menampilkan dirinya memerintahkan penutupan warung karena alasan Koperasi Desa (Kopdes).

Kronologi Dugaan Deepfake

Dalam laporan yang diterima Bareskrim, Yandri mengaku bahwa video yang beredar tersebut adalah hasil manipulasi digital atau deepfake. Ia menegaskan bahwa video tersebut tidak mencerminkan pernyataan asli dirinya.

Tujuan Laporan ke Bareskrim

Yandri berharap dengan melaporkan kasus ini, pihak kepolisian dapat mengusut tuntas pelaku penyebaran konten palsu. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menerima informasi di media sosial dan tidak mudah terprovokasi oleh berita bohong.

Dampak dan Imbauan

  • Kasus deepfake ini menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat, terutama para pemilik warung yang khawatir akan kebijakan Kopdes.
  • Yandri mengimbau agar masyarakat selalu melakukan verifikasi terhadap informasi yang diterima, terutama yang bersifat kontroversial atau memicu perpecahan.
  • Pemerintah terus berupaya meningkatkan literasi digital masyarakat untuk menghadapi ancaman konten manipulatif seperti deepfake.

Hingga berita ini diturunkan, Bareskrim masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait sumber dan motif penyebaran video deepfake tersebut.