August 27, 2026

Wakil Ketua MPR Soroti Minimnya Partisipasi Publik dalam Pendidikan Nonformal

Wakil Ketua MPR Soroti Minimnya Partisipasi Publik dalam Pendidikan Nonformal

Jakarta – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) menyoroti rendahnya minat masyarakat untuk mengikuti program pendidikan nonformal. Hal ini menjadi perhatian serius karena pendidikan nonformal dinilai memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.

Dalam sebuah pernyataan, Waka MPR menekankan bahwa pendidikan nonformal seharusnya menjadi alternatif yang menarik bagi mereka yang tidak memiliki akses ke jalur pendidikan formal. Namun, kenyataannya partisipasi masyarakat masih sangat minim.

Faktor Penyebab Rendahnya Minat

Beberapa faktor disebut menjadi penyebab rendahnya minat ini, antara lain kurangnya sosialisasi, stigma negatif terhadap pendidikan nonformal, serta keterbatasan infrastruktur dan tenaga pengajar yang berkualitas.

  • Kurangnya pemahaman masyarakat tentang manfaat pendidikan nonformal.
  • Terbatasnya program yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.
  • Minimnya dukungan dari pemerintah daerah dalam penyelenggaraan program.

Langkah yang Diperlukan

Waka MPR mendorong pemerintah untuk lebih gencar melakukan kampanye publik mengenai pentingnya pendidikan nonformal. Selain itu, perlu ada peningkatan kualitas kurikulum dan pelatihan bagi para instruktur agar program yang ditawarkan lebih menarik dan bermanfaat.

Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan minat masyarakat terhadap pendidikan nonformal dapat meningkat, sehingga mampu menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan peningkatan keterampilan dan pengetahuan.