Blockstream Menolak Memberikan Potongan 10% yang Lazim untuk White Hat Hacker
Keputusan Kontroversial Blockstream soal Imbalan Hacker
Blockstream, perusahaan pengembang teknologi blockchain, baru-baru ini menjadi sorotan setelah menolak memberikan potongan sebesar 10% kepada white hat hacker. Dalam praktik keamanan siber, imbalan atau potongan sebesar 10% biasanya menjadi standar yang diharapkan oleh peretas etis yang berhasil menemukan celah keamanan. Namun, Blockstream memilih untuk tidak mengikuti kebijakan umum ini.
Reaksi dari Komunitas Keamanan Siber
Keputusan ini menuai beragam reaksi dari komunitas keamanan siber. Banyak pihak menilai bahwa langkah Blockstream dapat memengaruhi hubungan dengan white hat hacker di masa depan. White hat hacker sendiri dikenal sebagai pihak yang membantu mengidentifikasi kerentanan sistem tanpa menyalahgunakannya, sehingga imbalan yang sesuai dianggap penting untuk mendorong praktik keamanan yang lebih baik.
- Standar Industri: Biasanya, perusahaan teknologi memberikan imbalan atau potongan kepada white hat hacker sebagai bentuk apresiasi dan insentif.
- Posisi Blockstream: Blockstream beralasan bahwa kebijakan mereka berbeda karena menyesuaikan dengan aturan internal perusahaan.
- Dampak Jangka Panjang: Beberapa pakar khawatir bahwa keputusan ini dapat mengurangi semangat white hat hacker untuk melaporkan celah keamanan di platform Blockstream.
Kritik dan Dukungan
Meskipun menuai kritik, ada pula pihak yang mendukung keputusan Blockstream. Mereka berpendapat bahwa setiap perusahaan berhak menetapkan kebijakan sendiri, selama transparan dan konsisten. Namun, mayoritas suara di media sosial dan forum keamanan cenderung menyayangkan langkah ini.
Ke depannya, publik menantikan apakah Blockstream akan merevisi kebijakannya atau tetap pada pendirian semula. Yang jelas, isu ini kembali mengingatkan pentingnya kolaborasi antara perusahaan teknologi dan komunitas keamanan siber.
