July 21, 2026

Rusdi Kirana: AI Wajib Perkuat Ekonomi Konstitusi dan Wujudkan Cita-Cita Bangsa

Rusdi Kirana: AI Wajib Perkuat Ekonomi Konstitusi dan Wujudkan Cita-Cita Bangsa

Wakil Ketua MPR RI, Rusdi Kirana, menegaskan pentingnya peran kecerdasan buatan (AI) dalam memperkuat ekonomi konstitusi dan mewujudkan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Pemanfaatan AI untuk Kemajuan Ekonomi

Dalam sebuah pernyataan, Rusdi Kirana menyatakan bahwa AI tidak boleh hanya dipandang sebagai teknologi masa depan, tetapi harus dioptimalkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan. Ia menekankan bahwa pemanfaatan AI harus selaras dengan nilai-nilai konstitusi, yakni menciptakan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Prinsip Ekonomi Konstitusi

Menurut Rusdi, ekonomi konstitusi adalah sistem ekonomi yang berlandaskan pada Pasal 33 UUD 1945, di mana cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. AI, lanjutnya, dapat menjadi alat untuk memperkuat sistem ini, misalnya melalui efisiensi di sektor-sektor strategis seperti energi, pangan, dan logistik.

Tantangan dan Peluang

Rusdi Kirana juga mengingatkan bahwa pengembangan AI harus diiringi dengan regulasi yang jelas dan etika yang kuat. Tanpa kontrol yang baik, AI justru berpotensi memperlebar kesenjangan ekonomi dan mengancam kedaulatan data nasional. Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah dan parlemen untuk segera merumuskan kerangka hukum yang komprehensif.

Langkah Strategis ke Depan

  • Mengintegrasikan AI dalam program prioritas nasional, seperti industrialisasi dan digitalisasi UMKM.
  • Membangun pusat riset dan pengembangan AI yang berfokus pada solusi lokal.
  • Menyusun kurikulum pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan AI untuk mencetak sumber daya manusia unggul.

Dengan pendekatan yang tepat, Rusdi Kirana optimistis AI dapat menjadi katalis untuk mewujudkan amanat konstitusi, yaitu memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.