July 21, 2026

Waka MPR Dorong Evaluasi SPMB Berbasis Data Akurat demi Atasi Sepinya Peminat di SDN

Waka MPR Dorong Evaluasi SPMB Berbasis Data Akurat demi Atasi Sepinya Peminat di SDN

Waka MPR: Data Akurat Kunci Perbaikan SPMB

Wakil Ketua MPR RI mendorong agar Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) dievaluasi dan diperbaiki dengan menggunakan data yang lebih akurat. Langkah ini dinilai penting untuk mengatasi persoalan sekolah dasar negeri (SDN) yang sepi peminat.

Menurutnya, selama ini masih banyak data yang kurang tepat digunakan dalam proses penerimaan siswa. Akibatnya, distribusi siswa tidak merata dan banyak SDN yang kekurangan murid.

Pentingnya Data Valid dalam SPMB

Data yang akurat menjadi fondasi utama dalam sistem penerimaan siswa. Dengan data yang valid, pemerintah dapat memetakan kebutuhan sekolah di setiap wilayah secara lebih presisi. Hal ini akan membantu mengalokasikan sumber daya dan tenaga pendidik secara lebih efektif.

Selain itu, data yang benar juga dapat mencegah praktik kecurangan dan manipulasi dalam pendaftaran sekolah. Dengan demikian, proses SPMB bisa berjalan lebih transparan dan adil bagi semua calon siswa.

Dampak Sepi Peminat SDN

Sepinya peminat di SDN tidak hanya berdampak pada efisiensi operasional sekolah, tetapi juga pada kualitas pembelajaran. Kelas yang kekurangan murid dapat mengurangi interaksi sosial dan dinamika belajar. Lebih jauh, kondisi ini bisa mengancam keberlangsungan sekolah jika terus dibiarkan.

Oleh karena itu, perbaikan SPMB berbasis data akurat diharapkan mampu mengembalikan minat masyarakat terhadap sekolah negeri. Dengan sistem yang lebih baik, diharapkan pemerataan akses pendidikan berkualitas dapat terwujud.

Langkah Strategis yang Diharapkan

  • Peningkatan akurasi data kependudukan dan calon siswa.
  • Penggunaan teknologi informasi yang terintegrasi dalam SPMB.
  • Sosialisasi yang lebih intensif kepada orang tua dan masyarakat.
  • Evaluasi berkala terhadap pelaksanaan SPMB di setiap daerah.

Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan SDN tidak lagi sepi peminat dan pendidikan dasar di Indonesia bisa lebih merata serta berkualitas.