August 19, 2026

Bareskrim Bongkar Praktik Penipuan Manipulasi Email yang Menimpa Perusahaan Amerika

Bareskrim Bongkar Praktik Penipuan Manipulasi Email yang Menimpa Perusahaan Amerika

Jakarta, Kompas.com – Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri baru-baru ini mengungkap sebuah kasus penipuan yang menyasar perusahaan internasional. Modus yang digunakan adalah manipulasi email, dan korbannya merupakan sebuah perusahaan yang berkedudukan di Amerika Serikat.

Kronologi Pengungkapan Kasus

Penangkapan ini bermula dari laporan yang masuk ke Bareskrim. Setelah melakukan penyelidikan mendalam, penyidik berhasil mengidentifikasi para pelaku yang terlibat dalam jaringan penipuan ini. Mereka menggunakan teknik manipulasi email untuk mengelabui korban, sehingga korban secara tidak sadar mentransfer sejumlah dana ke rekening yang dikuasai pelaku.

Modus Operandi yang Digunakan

Dalam praktiknya, para pelaku menyamar sebagai pejabat atau mitra bisnis korban melalui email. Mereka memanfaatkan celah keamanan dan kelengahan karyawan untuk mengarahkan pembayaran ke rekening yang telah disiapkan. Teknik ini kerap disebut sebagai Business Email Compromise (BEC) atau manipulasi email bisnis.

Dampak bagi Perusahaan

Akibat aksi ini, perusahaan korban mengalami kerugian finansial yang cukup signifikan. Pihak kepolisian pun mengimbau agar seluruh perusahaan, baik domestik maupun multinasional, meningkatkan kewaspadaan terhadap modus serupa.

Langkah Pencegahan yang Disarankan

Untuk menghindari menjadi korban, Bareskrim menyarankan beberapa langkah berikut:

  • Selalu verifikasi permintaan transfer dana melalui kanal komunikasi resmi, seperti telepon atau konfirmasi langsung.
  • Terapkan autentikasi dua faktor untuk akses email perusahaan.
  • Lakukan pelatihan rutin kepada karyawan mengenai keamanan siber dan modus penipuan terbaru.
  • Periksa alamat email pengirim secara cermat, terutama jika ada permintaan mendesak.

Kasus ini masih dalam pengembangan penyidik untuk membongkar jaringan yang lebih luas. Polisi juga akan berkoordinasi dengan otoritas terkait di luar negeri untuk menelusuri aliran dana dan kemungkinan tersangka lainnya.

Kami akan terus memantau perkembangan kasus ini. Semoga pengungkapan ini menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih waspada dalam bertransaksi digital.