Purbaya Buka Suara soal Kipas Angin Kopdes Rp1,8 Triliun: Itu Tanggung Jawab Agrinas
Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, melalui Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Purbaya, angkat bicara terkait polemik pembelian kipas angin senilai Rp1,8 triliun oleh Koperasi Desa (Kopdes). Ia menegaskan bahwa pengadaan tersebut sepenuhnya merupakan tanggung jawab Agrinas, perusahaan yang menjadi mitra Kopdes.
Klarifikasi Purbaya
Purbaya menjelaskan bahwa Kementerian Koperasi dan UKM tidak terlibat langsung dalam proses pengadaan barang di Kopdes. Menurutnya, Agrinas sebagai perusahaan swasta memiliki kewenangan penuh dalam mengelola dana dan memutuskan investasi, termasuk pembelian kipas angin tersebut.
“Kami hanya memfasilitasi kerja sama antara Kopdes dengan Agrinas. Soal keputusan investasi dan pengadaan barang, itu domain Agrinas. Jadi, kalau ada masalah, harus ditanyakan ke mereka,” ujar Purbaya dalam keterangan pers, Senin (17/4).
Latar Belakang Polemik
Polemik ini mencuat setelah publik mengetahui bahwa Kopdes menggelontorkan dana sebesar Rp1,8 triliun untuk membeli kipas angin. Banyak pihak mempertanyakan urgensi dan transparansi pengadaan tersebut, mengingat jumlahnya yang sangat besar.
- Nilai proyek: Rp1,8 triliun
- Barang yang dibeli: Kipas angin
- Pelaksana: Agrinas sebagai mitra Kopdes
Respons Publik
Sejumlah pengamat ekonomi dan anggota DPR meminta agar pengadaan ini diaudit secara menyeluruh. Mereka khawatir terjadi penyalahgunaan dana koperasi yang seharusnya digunakan untuk kesejahteraan anggota.
“Kami mendorong BPKP dan KPK untuk mengusut tuntas. Jangan sampai dana koperasi yang besar itu digunakan untuk hal-hal yang tidak prioritas,” kata Anggota Komisi VI DPR, Andre Rosiade.
Hingga berita ini diturunkan, Agrinas belum memberikan tanggapan resmi terkait klarifikasi Purbaya.
