Wali Kota New York Desak Penangkapan Netanyahu, Sementara Trump Beri Jaminan Perlindungan
Jakarta, Wartakotalive.com – Sebuah kontroversi diplomatik baru muncul di Amerika Serikat terkait sikap terhadap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Wali Kota New York, Eric Adams, secara terbuka mendesak agar Netanyahu ditangkap jika memasuki wilayah kota tersebut. Langkah ini didasarkan pada surat perintah penangkapan yang dikeluarkan oleh Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas dugaan kejahatan perang di Gaza.
Sementara itu, mantan Presiden AS Donald Trump justru memberikan jaminan perlindungan kepada Netanyahu. Trump menyatakan bahwa ia akan melindungi Netanyahu dari segala upaya penangkapan oleh ICC, dan mengkritik keras keputusan ICC sebagai tindakan yang tidak sah dan bermotif politik.
Desakan Wali Kota New York
Eric Adams, yang dikenal sebagai pendukung kuat Israel, mengejutkan banyak pihak dengan pernyataannya. Dalam sebuah wawancara, Adams menegaskan bahwa New York akan mematuhi hukum internasional. Ia menyatakan, “Jika Netanyahu tiba di New York, kami akan menindaklanjuti surat perintah ICC. Tidak ada seorang pun yang kebal hukum.”
Pernyataan ini mendapat reaksi beragam. Beberapa kelompok pro-Palestina memujinya, sementara komunitas Yahudi di New York mengecam keras langkah tersebut. Adams sendiri menjelaskan bahwa ia hanya menjalankan kewajiban hukum kota sebagai anggota ICC.
Jaminan Perlindungan dari Trump
Di sisi lain, Donald Trump, yang tengah bersiap untuk pemilihan presiden 2024, memberikan dukungan penuh kepada Netanyahu. Melalui pernyataan resmi, Trump menyebut ICC sebagai “organisasi yang tidak memiliki legitimasi” dan berjanji akan memberikan perlindungan diplomatik kepada Netanyahu.
“Saya akan memastikan Netanyahu aman. ICC adalah alat politik yang digunakan untuk menyerang sekutu kita,” kata Trump dalam sebuah pidato di Florida. Ia juga mengancam akan menjatuhkan sanksi terhadap pejabat ICC jika mereka berani menindaklanjuti kasus ini.
Implikasi Politik
Perbedaan sikap antara Adams dan Trump mencerminkan perpecahan di kalangan elit politik AS terkait konflik Israel-Palestina. Sementara sebagian besar anggota Partai Demokrat cenderung kritis terhadap kebijakan Israel, Partai Republik di bawah kepemimpinan Trump sangat pro-Israel.
Para pengamat politik menilai bahwa desakan Adams bisa memicu ketegangan antara pemerintah federal AS dan kota New York. Pemerintahan Biden sendiri belum memberikan komentar resmi, namun diperkirakan akan menghadapi tekanan dari kedua kubu.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Kedutaan Besar Israel di Washington atau dari kantor Perdana Menteri Netanyahu.
