July 16, 2026

UNESCO Bukan Sekadar Prestise, Pariwisata Sukabumi Butuh Aksi Nyata

UNESCO Bukan Sekadar Prestise, Pariwisata Sukabumi Butuh Aksi Nyata

Pengakuan UNESCO dan Tantangan Pariwisata Sukabumi

Pengakuan dari UNESCO terhadap suatu destinasi wisata seringkali menjadi kebanggaan tersendiri. Namun, di balik prestise tersebut, Kabupaten Sukabumi justru dihadapkan pada realitas bahwa pengakuan internasional belum sepenuhnya berbanding lurus dengan kualitas dan pengelolaan pariwisata yang optimal. Banyak pihak menilai bahwa kebanggaan tersebut tidak boleh membuat pemerintah dan pemangku kepentingan terlena.

Sentuhan Nyata yang Diperlukan

Agar pariwisata Sukabumi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan, diperlukan langkah-langkah konkret. Beberapa aspek yang perlu mendapat perhatian serius antara lain:

  • Infrastruktur: Perbaikan akses jalan, fasilitas umum, dan transportasi menuju lokasi wisata harus menjadi prioritas agar pengunjung merasa nyaman dan aman.
  • Kualitas Layanan: Pelatihan bagi pelaku usaha lokal, pemandu wisata, dan masyarakat sekitar sangat penting untuk meningkatkan standar pelayanan dan keramahan.
  • Pelestarian Lingkungan: Pengelolaan sampah, konservasi alam, dan penerapan prinsip pariwisata berkelanjutan wajib dijalankan agar keindahan alam tetap terjaga.
  • Promosi dan Pemasaran: Strategi promosi yang tepat sasaran, baik secara digital maupun konvensional, dapat menarik lebih banyak wisatawan domestik dan mancanegara.
  • Pemberdayaan Masyarakat: Libatkan masyarakat lokal dalam setiap tahap pengembangan pariwisata, sehingga mereka merasakan dampak ekonomi secara langsung.

Harapan ke Depan

Pengakuan UNESCO hanyalah awal dari perjalanan panjang. Tanpa adanya aksi nyata dan komitmen bersama, kebanggaan tersebut hanya akan menjadi simbol tanpa makna. Sudah saatnya Sukabumi tidak hanya berhenti pada seremoni, tetapi bergerak menuju pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi.