August 2, 2026

38 Jemaah Umrah Asal Kalsel Terjebak di Jeddah: Dugaan Travel Gagal Beri Tiket Pulang

38 Jemaah Umrah Asal Kalsel Terjebak di Jeddah: Dugaan Travel Gagal Beri Tiket Pulang

Sebanyak 38 jemaah umrah asal Kalimantan Selatan (Kalsel) mengalami situasi sulit di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi. Mereka tertahan di kota tersebut karena diduga tidak mendapatkan tiket pulang dari pihak travel yang mengurus keberangkatan mereka.

Kronologi Kejadian

Para jemaah yang terdiri dari berbagai usia ini seharusnya sudah kembali ke Tanah Air pada jadwal yang telah ditentukan. Namun, saat akan check-in untuk penerbangan pulang, mereka mendapati bahwa tiket yang dijanjikan oleh travel tidak tersedia. Akibatnya, mereka terpaksa menunggu di bandara tanpa kepastian kapan bisa pulang.

Dampak bagi Jemaah

Kondisi ini tentu sangat meresahkan para jemaah. Selain kelelahan setelah menjalani rangkaian ibadah umrah, mereka juga harus menghadapi situasi tidak pasti di negeri orang. Beberapa di antaranya bahkan sudah menghabiskan lebih banyak biaya untuk kebutuhan darurat selama menunggu.

  • Para jemaah terpaksa menginap di area bandara.
  • Mereka kesulitan berkomunikasi dengan pihak travel yang bertanggung jawab.
  • Belum ada kepastian mengenai jadwal kepulangan.

Respons Pihak Berwenang

Kabar ini pertama kali diinformasikan oleh Kompas.tv yang melaporkan bahwa dugaan sementara, travel yang menangani keberangkatan jemaah tersebut tidak memenuhi kewajibannya untuk menyediakan tiket pulang. Pihak terkait di Indonesia, termasuk Kementerian Agama dan perlindungan WNI, diharapkan segera turun tangan untuk membantu evakuasi dan memastikan hak-hak jemaah terpenuhi.

Pentingnya Verifikasi Travel Umrah

Kejadian ini kembali mengingatkan calon jemaah umrah untuk selalu berhati-hati dalam memilih biro perjalanan. Pastikan travel memiliki izin resmi dari Kementerian Agama dan memiliki rekam jejak yang baik. Jangan mudah tergiur dengan harga murah yang tidak wajar, serta selalu minta bukti tiket pulang sebelum keberangkatan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak travel yang bersangkutan. Semoga para jemaah segera mendapatkan solusi dan dapat kembali ke tanah air dengan selamat.