Jelajahi 15 Destinasi Bersejarah di Glodok, Ikuti Walking Tour Seru
Glodok, kawasan pecinan tertua di Jakarta, menyimpan segudang cerita sejarah yang menarik untuk dijelajahi. Mulai dari bangunan kuno, klenteng bersejarah, hingga museum unik, setiap sudutnya menawarkan pengalaman wisata yang edukatif. Berikut adalah 15 tempat wisata sejarah di Glodok yang bisa Anda kunjungi, terutama jika Anda mengikuti walking tour seperti yang direkomendasikan oleh Kompas.com.
Daftar Tempat Bersejarah di Glodok
1. Klenteng Jin De Yuan (Vihara Dharma Bhakti)
Klenteng tertua di Jakarta ini dibangun pada tahun 1650. Arsitekturnya yang megah dengan ornamen khas Tiongkok menjadi daya tarik utama. Tempat ini masih aktif digunakan untuk ibadah dan sering dikunjungi wisatawan.
2. Museum Bank Mandiri
Bangunan bergaya neo-klasik ini dulunya adalah kantor pusat Bank Java. Kini, museum ini menyimpan koleksi peralatan perbankan kuno, mesin hitung, dan dokumen bersejarah. Arsitektur interiornya yang megah sangat Instagramable.
3. Museum Bank Indonesia
Terletak di seberang Museum Bank Mandiri, museum ini menempati bangunan bersejarah bekas De Javasche Bank. Pengunjung dapat belajar tentang sejarah moneter Indonesia dan melihat koleksi uang kuno dari berbagai era.
4. Pasar Glodok
Pasar tradisional yang sudah ada sejak abad ke-17 ini masih ramai dikunjungi. Di sini Anda bisa menemukan berbagai barang, mulai dari elektronik, pernak-pernik, hingga makanan khas Tionghoa. Suasana pasar yang semarak menjadi daya tarik tersendiri.
5. Gedung Chandra Naya
Bangunan bergaya Tiongkok-Belanda ini dulunya adalah rumah milik pedagang kaya. Kini, gedung tersebut menjadi pusat perbelanjaan dan pusat kuliner yang tetap mempertahankan arsitektur aslinya. Detail ukiran kayu dan lampion merahnya sangat khas.
6. Klenteng Kim Tek Ie (Vihara Dharma Bhakti)
Klenteng ini merupakan satu-satunya klenteng di Jakarta yang memiliki tiga altar untuk tiga agama: Buddha, Konghucu, dan Tao. Keunikan ini mencerminkan toleransi beragama yang sudah lama terjalin di Glodok.
7. Jalan Pancoran
Jalan ini merupakan pusat kuliner Glodok. Di sepanjang jalan, Anda akan menemukan berbagai warung dan restoran yang menyajikan makanan khas Tionghoa seperti bakmi, capcay, dan lumpia. Suasana malam hari sangat hidup dengan lampu-lampu temaram.
8. Pecinan Glodok
Kawasan Pecinan Glodok adalah pusat aktivitas ekonomi dan budaya Tionghoa di Jakarta. Berjalan-jalan di sini, Anda akan melihat deretan toko, klenteng, dan bangunan tua yang sarat sejarah. Jangan lupa mencicipi jajanan khas seperti cakwe dan bubur ayam.
9. Museum Fatahillah
Meskipun terletak di Kota Tua, museum ini masih menjadi bagian dari walking tour Glodok. Bangunan bekas Balai Kota Batavia ini menyimpan berbagai koleksi sejarah Jakarta, termasuk peta kuno, perabotan, dan senjata.
10. Taman Fatahillah
Lapangan luas di depan Museum Fatahillah ini sering digunakan untuk berbagai acara. Di sini, Anda bisa bersantai sambil menikmati pemandangan bangunan bersejarah di sekitarnya. Taman ini juga menjadi titik kumpul para pesepeda dan pengunjung walking tour.
11. Kali Besar
Kanal bersejarah yang membelah Glodok dan Kota Tua ini dulunya merupakan jalur transportasi utama. Kini, tepian kali telah direvitalisasi dan menjadi tempat yang nyaman untuk berjalan-jalan. Anda bisa melihat deretan bangunan tua yang memantulkan cahaya di air.
12. Jembatan Kota Intan
Jembatan besi yang dibangun pada tahun 1628 ini merupakan jembatan tertua di Jakarta. Jembatan ini bisa dibuka dan ditutup secara manual untuk melintasi kapal. Pemandangan dari jembatan ini sangat fotogenik, terutama saat matahari terbenam.
13. Gedung Arsip Nasional
Bangunan bergaya Indische Empire ini dulunya adalah rumah tinggal Gubernur Jenderal. Kini, gedung tersebut menyimpan arsip-arsip penting sejarah Indonesia. Arsitekturnya yang megah dan taman yang asri membuatnya cocok untuk foto prewedding.
14. Toko Merah
Bangunan berwarna merah menyala ini dulunya adalah rumah dinas Gubernur Jenderal VOC. Kini, toko ini menjual berbagai barang antik dan suvenir. Warna merahnya yang mencolok menjadi ikon di kawasan Glodok.
15. Stasiun Beos (Stasiun Jakarta Kota)
Stasiun kereta api tertua di Jakarta ini memiliki arsitektur art deco yang indah. Bangunannya yang megah dengan kaca patri dan pilar-pilar tinggi menjadi salah satu landmark penting. Stasiun ini masih berfungsi sebagai stasiun kereta api komuter.
Tips Walking Tour di Glodok
- Waktu terbaik: Pagi hari (sekitar pukul 07.00-09.00) atau sore hari (pukul 16.00-18.00) untuk menghindari panas dan keramaian.
- Transportasi: Gunakan transportasi umum seperti KRL (turun di Stasiun Jakarta Kota) atau TransJakarta (turun di halte Glodok).
- Pakaian: Kenakan pakaian yang nyaman dan sepatu yang cocok untuk berjalan kaki.
- Kuliner: Jangan lewatkan mencicipi bakmi, lumpia, dan es campur khas Glodok.
- Fotografi: Bawa kamera atau smartphone untuk mengabadikan momen. Beberapa tempat mungkin melarang penggunaan flash.
Dengan mengunjungi 15 tempat wisata sejarah di Glodok ini, Anda akan mendapatkan pengalaman yang kaya akan sejarah dan budaya. Selamat menjelajah!
