Kebumen Travel Mart dan Gombong Culture Festival 2026 Siap Digelar, Targetkan Buyer Mancanegara
Pemerintah Kabupaten Kebumen tengah bersiap menggelar dua agenda besar pariwisata sekaligus, yaitu Kebumen Travel Mart (KTM) dan Gombong Culture Festival (GCF) pada tahun 2026. Acara ini dirancang untuk menarik minat wisatawan asing dan memperkenalkan potensi wisata lokal ke panggung internasional.
Kebumen Travel Mart 2026: Jembatan Promosi Wisata
Kebumen Travel Mart merupakan ajang pertemuan bisnis antara pelaku industri pariwisata daerah dengan para pembeli (buyer) dari berbagai negara. Dalam edisi 2026, panitia menargetkan kehadiran buyer dari sejumlah negara seperti Malaysia, Singapura, China, dan Eropa. Melalui KTM, para pelaku wisata lokal dapat menawarkan paket perjalanan, homestay, serta destinasi unggulan seperti Pantai Petanahan, Goa Jatijajar, dan Benteng Van der Wijck.
Gombong Culture Festival: Merayakan Tradisi dan Kreativitas
Gombong Culture Festival akan digelar bersamaan dengan KTM sebagai ajang promosi seni dan budaya. Festival ini menampilkan beragam pertunjukan tradisional, pameran kerajinan, kuliner khas, serta parade budaya. GCF diharapkan menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan untuk berkunjung dan merasakan langsung atmosfer budaya Kebumen.
Dampak bagi Pariwisata dan Ekonomi Lokal
Kedua acara ini diyakini mampu mendongkrak kunjungan wisatawan dan meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Para pelaku UMKM, perajin, dan penyedia jasa akomodasi akan mendapat peluang lebih besar untuk memasarkan produk mereka. Selain itu, promosi melalui buyer asing diharapkan dapat memperkenalkan Kebumen sebagai destinasi wisata yang layak dikunjungi di Indonesia.
- Target buyer asing: Malaysia, Singapura, China, dan Eropa
- Destinasi unggulan: Pantai Petanahan, Goa Jatijajar, Benteng Van der Wijck
- Kegiatan GCF: pertunjukan tradisional, pameran kerajinan, parade budaya
Dengan sinergi antara Kebumen Travel Mart dan Gombong Culture Festival, Kabupaten Kebumen optimistis mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sekaligus memperkuat posisi sebagai destinasi wisata budaya dan alam yang unik di Jawa Tengah.
