August 20, 2026

Pati Bagikan 10 Ribu Porsi Kuliner Khas: Wujud Nyata Memperkenalkan Potensi Daerah

Pati Bagikan 10 Ribu Porsi Kuliner Khas: Wujud Nyata Memperkenalkan Potensi Daerah

Pati, Jawa Tengah – Dalam sebuah inisiatif yang menggugah selera dan membanggakan, Pemerintah Kabupaten Pati melalui DPRD setempat membagikan 10.000 porsi kuliner khas secara gratis kepada masyarakat. Aksi ini tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam memperkenalkan kekayaan kuliner daerah.

Ali Badrudin: Kuliner sebagai Jembatan Promosi Daerah

Ketua DPRD Pati, Ali Badrudin, menegaskan bahwa pembagian makanan khas ini merupakan bagian dari upaya serius untuk mengenalkan potensi daerah. Menurutnya, kuliner bukan sekadar kebutuhan pokok, melainkan juga identitas dan daya tarik wisata yang mampu mendongkrak perekonomian lokal.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa Pati memiliki beragam sajian yang lezat dan unik. Semoga masyarakat semakin bangga dan wisatawan tertarik untuk datang,” ujar Ali Badrudin di sela-sela acara.

Antusiasme Masyarakat Tinggi

Pembagian 10 ribu porsi kuliner ini berlangsung meriah. Warga tampak antusias sejak pagi, mengantre dengan tertib untuk menikmati hidangan khas seperti nasi gandul, sate kerbau, dan aneka jajanan pasar. Suasana kebersamaan terasa kental, seiring dengan tujuan acara yang juga untuk mempererat tali silaturahmi.

Dampak Positif bagi Pelaku UMKM

Kegiatan ini diharapkan memberi efek berganda bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di bidang kuliner. Dengan adanya promosi masif seperti ini, para pedagang lokal berpeluang mendapatkan pengakuan yang lebih luas, bahkan mungkin menarik pesanan dari luar daerah.

  • Meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kuliner khas Pati.
  • Mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di sektor makanan.
  • Memperkuat citra Pati sebagai destinasi wisata kuliner.

Ke depannya, Ali Badrudin berharap kegiatan serupa dapat rutin dilaksanakan, tidak hanya saat momen tertentu, tetapi juga sebagai agenda tahunan yang dinanti-nantikan. Dengan begitu, potensi daerah semakin tergali dan dikenal hingga ke mancanegara.