August 18, 2026

Dosen ITSI Terapkan Teknologi Spore Trap untuk Deteksi Dini Penyakit Karat Daun di Desa Serbananti

Dosen ITSI Terapkan Teknologi Spore Trap untuk Deteksi Dini Penyakit Karat Daun di Desa Serbananti

Inovasi Pertanian: Dosen ITSI Perkenalkan Alat Deteksi Penyakit Tanaman

Dalam upaya meningkatkan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan, dosen dari Institut Teknologi dan Sains Indonesia (ITSI) melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Serbananti. Kegiatan ini berfokus pada penerapan teknologi modern untuk mengatasi salah satu ancaman utama bagi tanaman, yaitu penyakit karat daun.

Teknologi Spore Trap: Solusi Cerdas untuk Pertanian

Para dosen ITSI memperkenalkan sebuah inovasi berupa spore trap, sebuah perangkat yang dirancang untuk mendeteksi keberadaan spora jamur penyebab penyakit karat daun di udara. Dengan alat ini, para petani dapat melakukan deteksi dini terhadap potensi serangan penyakit sebelum menyebar luas dan merusak tanaman.

Prinsip kerja spore trap ini cukup sederhana namun efektif. Alat ini secara berkala mengambil sampel udara di sekitar area pertanian. Sampel tersebut kemudian dianalisis untuk mengetahui apakah terdapat spora jamur patogen. Jika terdeteksi, petani dapat segera mengambil tindakan pencegahan, seperti penyemprotan fungisida secara tepat waktu dan terkontrol, sehingga meminimalkan kerugian hasil panen.

Manfaat bagi Petani Desa Serbananti

Kegiatan PKM ini memberikan banyak manfaat bagi para petani di Desa Serbananti. Beberapa di antaranya adalah:

  • Deteksi Dini: Petani dapat mengetahui lebih awal adanya ancaman penyakit, sehingga tindakan pencegahan dapat dilakukan lebih cepat dan efisien.
  • Pengurangan Penggunaan Pestisida: Dengan deteksi yang akurat, penggunaan fungisida menjadi lebih tepat sasaran, mengurangi biaya produksi dan dampak negatif terhadap lingkungan.
  • Peningkatan Hasil Panen: Dengan mengendalikan penyakit sejak dini, tanaman dapat tumbuh sehat dan produktivitas meningkat.
  • Edukasi dan Transfer Teknologi: Para petani mendapatkan pengetahuan baru tentang teknologi pertanian modern yang dapat diadopsi untuk jangka panjang.

Kegiatan ini merupakan wujud nyata dari peran perguruan tinggi dalam membantu masyarakat, khususnya dalam sektor pertanian. Dengan adanya teknologi spore trap, diharapkan Desa Serbananti dapat menjadi contoh penerapan pertanian presisi yang berkelanjutan dan tangguh terhadap ancaman penyakit tanaman.