KPA Jayawijaya Serukan Penanganan HIV/AIDS Berkelanjutan
Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, menegaskan pentingnya upaya berkelanjutan dalam menangani penyebaran HIV/AIDS di wilayah tersebut. Hal ini disampaikan menyusul masih ditemukannya kasus baru di masyarakat.
Pentingnya Keberlanjutan Program
Koordinator KPA Jayawijaya, Yeti Wulandari, mengungkapkan bahwa penanganan HIV/AIDS tidak bisa dilakukan secara parsial atau insidental. Dibutuhkan komitmen jangka panjang dari semua pihak, baik pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, maupun komunitas.
“Penanganan HIV/AIDS harus berkelanjutan. Jangan sampai program berhenti di tengah jalan, karena ini menyangkut hidup banyak orang,” ujarnya di Wamena, Jumat.
Langkah Konkret yang Diperlukan
- Penguatan layanan kesehatan di puskesmas dan rumah sakit, termasuk akses tes dan pengobatan ARV (antiretroviral).
- Peningkatan edukasi kepada masyarakat, terutama kelompok remaja dan ibu hamil, tentang pencegahan penularan HIV.
- Kolaborasi dengan tokoh agama dan adat untuk menghilangkan stigma dan diskriminasi terhadap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA).
- Pendampingan psikososial bagi ODHA dan keluarganya agar mereka tetap produktif dan tidak terisolasi.
Data dan Tantangan di Lapangan
Berdasarkan data KPA Jayawijaya, hingga triwulan pertama tahun ini tercatat puluhan kasus HIV/AIDS yang masih dalam pengobatan. Namun, tantangan terbesar adalah rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan tes HIV secara dini, serta masih adanya anggapan tabu terhadap penyakit ini.
“Banyak yang datang berobat saat kondisinya sudah parah. Padahal, jika terdeteksi lebih awal, kualitas hidup ODHA bisa jauh lebih baik,” tambah Yeti.
Harapan ke Depan
KPA berharap pemerintah daerah mengalokasikan anggaran yang memadai untuk program HIV/AIDS, serta memperkuat jejaring dengan kementerian terkait dan organisasi internasional. Dengan penanganan yang konsisten, target eliminasi HIV/AIDS pada 2030 diharapkan dapat tercapai.
“Kami optimis, jika semua elemen bergerak bersama, kita bisa menekan angka penularan dan memberikan hidup layak bagi ODHA,” pungkasnya.
