July 31, 2026

Prabowo Percepat Program Gentengisasi: Atasi Seng Berkarat Penyebab Penyakit Paru-paru

Prabowo Percepat Program Gentengisasi: Atasi Seng Berkarat Penyebab Penyakit Paru-paru

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mempercepat program ‘Gentengisasi’ sebagai solusi mengatasi penggunaan atap seng berkarat yang dinilai berbahaya bagi kesehatan pernapasan masyarakat. Inisiatif ini muncul sebagai respons terhadap temuan bahwa atap seng yang telah berkarat dapat melepaskan partikel berbahaya dan menjadi pemicu penyakit paru-paru.

Latar Belakang Program Gentengisasi

Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat, khususnya di daerah pedesaan dan pinggiran kota. Banyak rumah di Indonesia masih menggunakan atap seng yang sudah tua dan berkarat, yang tidak hanya mengurangi kenyamanan tetapi juga mengancam kesehatan penghuninya.

Dampak Seng Berkarat terhadap Kesehatan

Atap seng yang berkarat dapat menghasilkan debu dan partikel logam berat yang terhirup oleh penghuni rumah. Paparan jangka panjang terhadap partikel ini dapat menyebabkan berbagai gangguan pernapasan, termasuk penyakit paru-paru obstruktif kronis (PPOK), bronkitis, dan bahkan kanker paru-paru. Anak-anak dan lansia menjadi kelompok yang paling rentan terhadap dampak ini.

Langkah Percepatan Program

Pemerintah melalui kementerian terkait telah mengalokasikan anggaran khusus dan mempercepat proses distribusi genteng kepada masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, program ini juga mencakup:

  • Pendataan rumah tangga yang masih menggunakan atap seng berkarat
  • Pengadaan genteng berkualitas dengan standar kesehatan yang ketat
  • Sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya seng berkarat dan pentingnya mengganti atap
  • Kerja sama dengan pemerintah daerah dan sektor swasta untuk memperluas jangkauan program

Dengan percepatan program Gentengisasi, diharapkan dalam waktu dekat semakin banyak rumah di Indonesia yang memiliki atap layak huni dan bebas dari risiko kesehatan akibat seng berkarat.