July 21, 2026

Pakar: 73% Penderita Diabetes di Indonesia Tidak Terdiagnosis, Ini Dampaknya

Pakar: 73% Penderita Diabetes di Indonesia Tidak Terdiagnosis, Ini Dampaknya

Para ahli kesehatan mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa sekitar 73 persen dari total penderita diabetes di Indonesia belum mendapatkan diagnosis yang tepat. Angka ini menunjukkan bahwa mayoritas pasien tidak menyadari kondisi kesehatan mereka, sehingga berisiko mengalami komplikasi serius di kemudian hari.

Fakta di Balik Angka 73 Persen

Menurut data terbaru, dari seluruh populasi yang diperkirakan mengidap diabetes, hanya sekitar 27 persen yang telah terdiagnosis secara medis. Sisanya, yaitu 73 persen, masih belum terdeteksi. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk kurangnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Penyebab Rendahnya Tingkat Diagnosis

  • Kurangnya edukasi tentang gejala awal diabetes, seperti sering haus, sering buang air kecil, dan penurunan berat badan tanpa sebab jelas.
  • Keterbatasan akses ke fasilitas kesehatan, terutama di daerah terpencil.
  • Anggapan bahwa pemeriksaan gula darah tidak penting jika tidak ada keluhan.

Dampak Tidak Terdiagnosisnya Diabetes

Ketika diabetes tidak terdiagnosis, penderita tidak mendapatkan penanganan yang tepat. Akibatnya, kadar gula darah terus meningkat dan memicu komplikasi seperti penyakit jantung, gagal ginjal, kerusakan saraf, hingga kebutaan. Oleh karena itu, deteksi dini sangat penting untuk mencegah dampak buruk tersebut.

Langkah yang Perlu Dilakukan

Pakar menyarankan agar masyarakat lebih proaktif dalam memantau kesehatan. Pemeriksaan gula darah rutin, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko seperti obesitas, riwayat keluarga diabetes, dan usia di atas 40 tahun, sangat dianjurkan. Selain itu, gaya hidup sehat dengan pola makan seimbang dan olahraga teratur dapat membantu mengurangi risiko terkena diabetes.

Dengan meningkatkan kesadaran dan akses terhadap layanan kesehatan, diharapkan angka penderita diabetes yang tidak terdiagnosis dapat ditekan secara signifikan, sehingga kualitas hidup masyarakat Indonesia pun meningkat.