July 21, 2026

Legislator Soroti Serapan Anggaran Kesehatan Primer yang Baru Capai 38,7%: Masih Jauh dari Target

Kinerja Serapan Anggaran Kesehatan Primer Dinilai Kurang Memuaskan

Seorang anggota legislatif menyoroti capaian serapan anggaran untuk sektor kesehatan primer yang hanya mencapai 38,7%. Angka ini dinilai masih sangat rendah dan belum sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Dalam pernyataannya, legislator tersebut menegaskan bahwa kondisi ini harus segera dibenahi agar pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat tidak terganggu.

Angka 38,7%: Tanda Bahaya bagi Sistem Kesehatan

Menurut data yang dirilis, realisasi anggaran kesehatan primer hingga saat ini baru mencapai 38,7% dari total pagu yang dialokasikan. Legislator menyebut angka tersebut sebagai ‘nilai merah’ yang mengindikasikan adanya masalah serius dalam perencanaan dan pelaksanaan program. Ia menekankan bahwa rendahnya serapan anggaran bisa berdampak pada ketersediaan obat, alat kesehatan, dan tenaga medis di puskesmas serta fasilitas kesehatan tingkat pertama lainnya.

Faktor Penyebab dan Langkah Perbaikan

Beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab rendahnya serapan antara lain:

  • Proses administrasi yang berbelit-belit
  • Keterlambatan pencairan dana dari pemerintah pusat
  • Kurangnya koordinasi antara dinas kesehatan dan unit pelaksana teknis

Legislator mendesak agar pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh dan mempercepat proses pencairan dana. Ia juga meminta agar prioritas diberikan pada program-program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, seperti imunisasi, pemeriksaan ibu hamil, dan penanganan penyakit menular.

Dengan perbaikan yang cepat, diharapkan serapan anggaran kesehatan primer bisa meningkat signifikan pada triwulan berikutnya, sehingga target pelayanan kesehatan dasar dapat tercapai optimal.