August 16, 2026

Kongres Penyakit Infeksi Anak Soroti Bahaya Resistensi Antimikroba

Kongres Penyakit Infeksi Anak Soroti Bahaya Resistensi Antimikroba

Jakarta – Kongres Nasional Penyakit Infeksi Anak ke-10 menyoroti meningkatnya ancaman resistensi antimikroba (AMR) yang menjadi tantangan serius dalam penanganan penyakit infeksi pada anak di Indonesia.

Dalam kongres yang dihadiri para ahli dan praktisi kesehatan anak ini, resistensi antimikroba dianggap sebagai ancaman global yang memerlukan penanganan serius. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dan berlebihan menjadi faktor utama meningkatnya kasus resistensi.

Mengapa Resistensi Antimikroba Berbahaya?

  • Menyebabkan infeksi menjadi sulit diobati, meningkatkan risiko komplikasi dan kematian.
  • Meningkatkan biaya pengobatan karena membutuhkan obat yang lebih mahal dan perawatan yang lebih lama.
  • Mengancam efektivitas prosedur medis seperti operasi, kemoterapi, dan transplantasi organ.

Para ahli menekankan pentingnya edukasi kepada orang tua dan tenaga kesehatan tentang penggunaan antibiotik yang bijak. Masyarakat diimbau untuk tidak membeli antibiotik tanpa resep dokter dan selalu mengikuti anjuran dokter dalam mengonsumsi obat.

Langkah yang Diharapkan

Kongres ini juga merekomendasikan penguatan surveilans resistensi antimikroba di fasilitas kesehatan, serta peningkatan kepatuhan terhadap pedoman pengobatan yang berbasis bukti. Kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi kunci dalam mengatasi masalah ini.

Dengan adanya kongres ini, diharapkan kesadaran akan bahaya resistensi antimikroba semakin meningkat, dan langkah-langkah pencegahan dapat segera diterapkan untuk melindungi generasi mendatang.