July 12, 2026

Negara Bukan Panggung Gosip, Kenyataannya Layar Sandiwara Terus Berputar

Negara Bukan Panggung Gosip, Kenyataannya Layar Sandiwara Terus Berputar

Pernahkah kita bertanya-tanya: mengapa, di tengah hiruk-pikuk persoalan rakyat, publik justru terus disuguhi drama perpolitikan yang tak kunjung selesai? Rasanya, panggung kenegaraan seperti panggung sandiwara yang penuh gosip dan intrik.

Dari Isu Besar ke Percikan Kecil

Harusnya, negara menjadi ruang serius untuk menyelesaikan masalah nyata seperti kemiskinan, pendidikan, dan kesehatan. Namun, yang sering tersorot justru perang pernyataan, saling serang di media sosial, hingga drama yang lebih mirip cerita sinetron. Alih-alih substansi, kita kerap dihadapkan pada sensasi.

Mengapa Ini Terjadi?

  • Perhatian publik yang terbatas: Berita gosip dan kontroversi lebih mudah menarik perhatian ketimbang pembahasan kebijakan rumit.
  • Kepentingan politik praktis: Para aktor politik kadang sengaja mengalihkan isu serius dengan drama agar tak tersorot kelemahan mereka.
  • Media ikut bermain: Karena permintaan khalayak, media pun ramai-ramai menyajikan konten drama politik, bukan analisis mendalam.

Akibatnya, Rakyat Jadi Penonton

Drama ini menguras energi bangsa. Perdebatan tak berujung membuat rakyat lelah, sementara solusi kongkret terus tertunda. Akhirnya, negara kehilangan fokus pada pelayanan publik.

Sudah saatnya kita mendorong pergeseran dari panggung sandiwara ke ruang diskusi serius. Sebagai warga negara, kita bisa memilih untuk tidak memberi tepuk tangan pada drama yang merugikan. Mari fokus pada substansi, bukan sensasi.

Artikel ini merupakan tanggapan atas fenomena serupa yang diulas di Kompasiana.com.