September 12, 2026

Janji Donald Trump: Voucher Rp78 Juta untuk Warga AS, Ini Rincian Biayanya

Janji Donald Trump: Voucher Rp78 Juta untuk Warga AS, Ini Rincian Biayanya

Donald Trump Kembali Menggebrak dengan Janji Baru

Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menjadi pusat perhatian publik setelah melontarkan janji ambisius. Dalam salah satu pidato kampanyenya, ia berkomitmen untuk memberikan dana sebesar 5.000 dolar AS atau setara dengan sekitar Rp78 juta kepada setiap warga negara AS. Janji ini tentu saja memicu berbagai reaksi dan pertanyaan mengenai kesiapan anggaran negara.

Skema Pembagian Dana

Menurut rencana yang dipaparkan, dana tersebut akan diberikan dalam bentuk tunai langsung kepada setiap individu yang memenuhi syarat. Tidak ada syarat khusus selain status sebagai warga negara AS yang sah. Program ini disebut-sebut sebagai bentuk stimulus ekonomi yang lebih radikal dibandingkan kebijakan serupa di masa lalu.

Perhitungan Anggaran yang Fantastis

Untuk merealisasikan janji ini, pemerintah AS harus menyiapkan dana yang sangat besar. Dengan jumlah penduduk AS yang mencapai lebih dari 330 juta jiwa, total anggaran yang dibutuhkan diperkirakan mencapai 1,65 triliun dolar AS. Angka ini setara dengan lebih dari setengah total penerimaan pajak federal dalam satu tahun.

  • Biaya per orang: 5.000 dolar AS
  • Total penerima: sekitar 330 juta warga
  • Total anggaran: 1,65 triliun dolar AS

Reaksi dan Analisis Ekonomi

Para ekonom dan pengamat politik langsung bereaksi terhadap rencana ini. Sebagian menilai bahwa program semacam ini berpotensi memicu inflasi yang tidak terkendali, sementara yang lain melihatnya sebagai cara efektif untuk mendorong daya beli masyarakat. Namun, pertanyaan terbesar tetap pada sumber pendanaan. Apakah melalui utang baru, pemotongan anggaran di sektor lain, atau kombinasi keduanya?

Belum ada kepastian apakah janji ini akan benar-benar dilaksanakan jika Trump kembali menjabat. Namun, yang jelas, wacana ini telah menambah dinamika dalam peta politik AS menjelang pemilu mendatang.