July 21, 2026

Purbaya Pastikan Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia Terjaga pada Semester I 2026

Purbaya Pastikan Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia Terjaga pada Semester I 2026

Purbaya Yudhi Sadewa, anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), menyatakan bahwa stabilitas sistem keuangan Indonesia tetap terjaga pada semester pertama tahun 2026. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta.

Indikator Kunci Stabilitas

Menurut Purbaya, sejumlah indikator utama menunjukkan kondisi sistem keuangan yang solid. Rasio kecukupan modal (CAR) perbankan tercatat di atas 25%, sementara rasio kredit bermasalah (NPL) tetap rendah di kisaran 2%. Likuiditas perbankan juga dinilai memadai untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

Ketahanan Terhadap Guncangan Eksternal

Purbaya menambahkan, sistem keuangan Indonesia memiliki ketahanan yang kuat terhadap guncangan eksternal, seperti volatilitas pasar keuangan global dan perlambatan ekonomi mitra dagang utama. Hal ini didukung oleh cadangan devisa yang mencukupi dan kebijakan moneter yang akomodatif.

  • Rasio kecukupan modal (CAR) perbankan di atas 25%
  • Rasio kredit bermasalah (NPL) di kisaran 2%
  • Likuiditas perbankan yang memadai
  • Cadangan devisa yang mencukupi

Pernyataan ini sejalan dengan proyeksi Bank Indonesia yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap berada di kisaran 4,8-5,6% pada tahun 2026. Pemerintah dan otoritas keuangan berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi guna menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.