OJK Targetkan Inklusi Keuangan 98% pada 2045, Soroti Tantangan Gen Z
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya untuk meningkatkan inklusi keuangan nasional hingga 98% pada tahun 2045. Target ambisius ini menjadi bagian dari visi Indonesia Emas 2045, di mana seluruh lapisan masyarakat diharapkan memiliki akses terhadap layanan keuangan formal. Namun, OJK juga menyoroti adanya tantangan signifikan yang dihadapi generasi Z dalam mencapai target tersebut.
Target dan Komitmen OJK
OJK menetapkan target inklusi keuangan sebesar 98% sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Saat ini, tingkat inklusi keuangan Indonesia telah mencapai sekitar 88%, namun masih terdapat kesenjangan akses terutama di daerah terpencil dan kelompok usia muda.
Menurut data OJK, generasi Z yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012 memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi digital. Meski demikian, literasi keuangan mereka masih rendah, dan banyak yang belum memahami produk keuangan seperti investasi, asuransi, atau perencanaan pensiun.
Tantangan yang Dihadapi Gen Z
Beberapa tantangan utama yang diidentifikasi OJK dalam meningkatkan inklusi keuangan bagi Gen Z antara lain:
- Kurangnya literasi keuangan dasar – Banyak Gen Z yang tidak memahami konsep bunga, risiko investasi, dan pengelolaan utang.
- Preferensi pada layanan non-formal – Mereka cenderung menggunakan pinjaman online ilegal atau investasi bodong yang menjanjikan keuntungan instan.
- Keterbatasan akses ke produk keuangan formal – Meski melek teknologi, belum semua Gen Z memiliki rekening bank atau asuransi.
- Pengaruh media sosial – Informasi keuangan yang salah dan gaya hidup konsumtif seringkali menghambat pembentukan kebiasaan menabung dan berinvestasi.
Langkah Strategis yang Dapat Dilakukan
Untuk menjawab tantangan tersebut, OJK bersama pemerintah dan industri keuangan perlu mengambil langkah konkret, antara lain:
- Memperkuat edukasi keuangan sejak dini melalui kurikulum sekolah dan program literasi digital.
- Mendorong inovasi produk keuangan yang ramah Gen Z, seperti tabungan digital, investasi reksa dana dengan modal kecil, dan layanan konsultasi keuangan online.
- Meningkatkan pengawasan terhadap pinjaman online ilegal dan investasi bodong agar tidak menjerat generasi muda.
- Membangun kemitraan dengan platform digital dan influencer untuk menyebarkan informasi keuangan yang akurat.
Dengan sinergi antara regulator, pelaku industri, dan masyarakat, target inklusi keuangan 98% pada 2045 bukan sekadar mimpi. Namun, perlu kerja keras dan adaptasi terhadap perubahan perilaku Gen Z agar mereka menjadi agen perubahan dalam ekosistem keuangan nasional.
