August 25, 2026

Rupiah Melemah ke Rp18.058/USD pada Selasa, Tertekan Kenaikan Dolar Global ke Level Tertinggi Bulanan

Rupiah Melemah ke Rp18.058/USD pada Selasa, Tertekan Kenaikan Dolar Global ke Level Tertinggi Bulanan

Pada perdagangan Selasa, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) ditutup melemah ke level Rp18.058. Pelemahan ini terjadi seiring dengan menguatnya indeks dolar AS yang mencapai posisi tertingginya dalam satu bulan terakhir.

Faktor Pendorong Pelemahan Rupiah

Menguatnya dolar global menjadi faktor utama yang menekan rupiah. Indeks dolar AS (DXY) melonjak ke level tertinggi bulanan, mendorong investor untuk beralih ke aset safe haven. Sentimen ini diperkuat oleh ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga The Fed yang masih hawkish, serta data ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan.

Dampak pada Pasar Keuangan

Pelemahan rupiah juga dipengaruhi oleh arus modal keluar dari pasar obligasi dan saham domestik. Investor asing cenderung melepas aset berdenominasi rupiah untuk mengamankan keuntungan di tengah ketidakpastian global. Tekanan tambahan datang dari permintaan dolar yang tinggi oleh korporasi untuk kebutuhan impor dan pembayaran utang luar negeri.

Prospek ke Depan

Para analis memperkirakan rupiah masih berpotensi tertekan dalam jangka pendek, terutama jika dolar AS terus menguat. Namun, intervensi Bank Indonesia (BI) di pasar valas dan obligasi diharapkan dapat menahan laju pelemahan yang lebih dalam. BI juga terus memantau perkembangan global dan siap mengambil langkah stabilisasi sesuai kebutuhan.

Pasar kini menantikan data inflasi AS yang akan dirilis pekan ini, yang bisa menjadi penentu arah kebijakan suku bunga The Fed selanjutnya. Jika inflasi AS tetap tinggi, dolar berpotensi semakin perkasa dan menekan mata uang emerging market, termasuk rupiah.