August 9, 2026

BRI Finance Catat Penurunan NPF Signifikan, Capai 1,82% pada Juli 2026

BRI Finance Catat Penurunan NPF Signifikan, Capai 1,82% pada Juli 2026

Jakarta – PT BRI Finance, perusahaan pembiayaan yang merupakan bagian dari Grup BRI, berhasil menekan rasio pembiayaan bermasalah atau Non-Performing Financing (NPF) hingga ke level 1,82% pada Juli 2026. Angka ini menunjukkan perbaikan kualitas aset yang signifikan dibandingkan periode sebelumnya.

Penurunan rasio NPF ini merupakan hasil dari upaya strategis perseroan dalam memperkuat manajemen risiko dan melakukan penagihan secara lebih efektif. Menurut data yang dirilis, rasio NPF gross BRI Finance pada Juli 2026 tercatat sebesar 1,82%, turun dari posisi Juni 2026 yang berada di angka 2,05%.

Faktor Pendorong Penurunan NPF

Beberapa faktor utama yang mendorong penurunan NPF antara lain:

  • Peningkatan kualitas proses analisis kredit dan seleksi debitur yang lebih ketat.
  • Efektivitas strategi restrukturisasi dan penagihan yang diterapkan secara agresif.
  • Kondisi ekonomi yang mulai stabil, sehingga mempengaruhi kemampuan bayar debitur.

Direktur Utama BRI Finance menyatakan bahwa pencapaian ini menjadi bukti komitmen perusahaan dalam menjaga portofolio pembiayaan yang sehat. “Kami terus berupaya untuk menjaga NPF di bawah level 2%,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Prospek ke Depan

Ke depannya, BRI Finance optimistis dapat mempertahankan tren positif ini seiring dengan strategi diversifikasi portofolio dan penguatan digitalisasi proses bisnis. Perseroan juga akan terus memonitor perkembangan sektor-sektor yang dibiayai, terutama sektor produktif yang menjadi fokus utama.

Dengan NPF yang terkendali, BRI Finance diyakini dapat meningkatkan kinerja keuangan secara keseluruhan dan memberikan kontribusi positif bagi ekosistem Grup BRI. Penurunan rasio ini juga menjadi indikator bahwa perusahaan mampu mengelola risiko pembiayaan dengan baik di tengah dinamika ekonomi.