August 18, 2026

Waspada Penipuan Mengatasnamakan Pejabat Dinas Pertanian Lotim, Kadistan Beri Imbauan

Waspada Penipuan Mengatasnamakan Pejabat Dinas Pertanian Lotim, Kadistan Beri Imbauan

Imbauan Resmi Kadistan Lotim Terkait Modus Penipuan Baru

Kepala Dinas Pertanian Lombok Timur (Kadistan Lotim) mengeluarkan peringatan resmi kepada masyarakat, khususnya para petani dan pelaku usaha di sektor pertanian, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap praktik penipuan yang mengatasnamakan pejabat dinas. Modus penipuan ini dinilai meresahkan dan berpotensi merugikan banyak pihak.

Modus Penipuan yang Perlu Diwaspadai

Berdasarkan informasi yang dihimpun, para pelaku penipuan biasanya menghubungi korban melalui telepon atau pesan singkat, mengaku sebagai pejabat atau staf Dinas Pertanian. Mereka kerap menawarkan bantuan, program bantuan, atau kemudahan dalam pengurusan administrasi, dengan imbalan sejumlah uang atau transfer dana ke rekening tertentu.

  • Menawarkan bantuan pupuk bersubsidi atau bibit unggul dengan imbalan biaya administrasi.
  • Mengaku dapat mempermudah proses pengajuan bantuan pemerintah atau asuransi pertanian.
  • Meminta data pribadi atau data rekening dengan dalih verifikasi data penerima bantuan.

Pernyataan Tegas dari Kadistan Lotim

Kadistan Lotim menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah memungut biaya apapun untuk layanan atau bantuan yang diberikan. Seluruh program bantuan pemerintah dilaksanakan secara transparan dan tanpa pungutan liar. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya pada oknum yang mengatasnamakan pejabat dinas, terutama yang meminta transfer uang atau data pribadi.

Langkah Konfirmasi dan Pelaporan

Apabila masyarakat menerima komunikasi mencurigakan yang mengatasnamakan Dinas Pertanian, diminta untuk segera melakukan konfirmasi langsung ke kantor Dinas Pertanian setempat atau melalui saluran resmi yang tertera di website pemerintah. Jika terbukti ada indikasi penipuan, segera laporkan ke pihak berwajib agar dapat ditindaklanjuti.

Kesimpulan

Kewaspadaan dan kehati-hatian adalah kunci utama dalam menghadapi modus penipuan yang semakin beragam. Dengan memahami ciri-ciri penipuan dan selalu melakukan verifikasi, masyarakat dapat terhindar dari kerugian finansial maupun penyalahgunaan data pribadi.