July 29, 2026

Rusia Terbitkan Surat Perintah Penangkapan, Pendiri Telegram Balas dengan Gestur Provokatif

Rusia Terbitkan Surat Perintah Penangkapan, Pendiri Telegram Balas dengan Gestur Provokatif

Rusia baru-baru ini mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Pavel Durov, pendiri sekaligus CEO Telegram. Langkah ini diambil oleh otoritas Rusia sebagai respons atas dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh platform pesan instan tersebut.

Reaksi Pavel Durov

Menanggapi tindakan tersebut, Durov memberikan reaksi yang cukup mengejutkan. Ia memposting gambar dirinya yang sedang mengacungkan jari tengah di akun Telegram pribadinya. Gestur ini dianggap sebagai bentuk penolakan dan sindiran terhadap upaya pemerintah Rusia yang dinilai terlalu keras.

Latar Belakang Perseteruan

Ketegangan antara Telegram dan pemerintah Rusia sebenarnya sudah berlangsung lama. Sejak tahun 2018, Rusia sempat memblokir Telegram karena menolak memberikan kunci enkripsi kepada dinas keamanan negara. Meski blokir tersebut akhirnya dicabut, hubungan antara kedua pihak tetap tidak harmonis.

  • Rusia menuntut Telegram untuk memberikan akses ke data pengguna
  • Telegram secara konsisten menolak permintaan tersebut dengan alasan privasi
  • Pavel Durov dikenal sebagai sosok yang vokal menentang sensor dan pengawasan negara

Langkah terbaru ini menunjukkan bahwa konflik antara Telegram dan pemerintah Rusia masih jauh dari kata selesai. Durov, yang saat ini tinggal di luar Rusia, tampaknya tidak akan gentar menghadapi tekanan dari negara asalnya.