Waka MPR Targetkan Program Kompor Listrik Berjalan Penuh pada 2027 untuk Efisiensi Subsidi
Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) menyatakan bahwa program konversi kompor minyak tanah ke kompor listrik ditargetkan bergulir penuh pada tahun 2027. Langkah ini diambil sebagai upaya strategis untuk mengurangi beban subsidi energi yang selama ini dikeluarkan negara.
Latar Belakang Program Kompor Listrik
Pemerintah terus mendorong transisi energi bersih di sektor rumah tangga. Salah satu wujudnya adalah melalui program konversi kompor minyak tanah menjadi kompor listrik. Program ini dinilai mampu menekan subsidi yang selama ini membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sekaligus mendorong penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan.
Target Bergulir Penuh pada 2027
Menurut pernyataan Waka MPR, program kompor listrik akan mulai diimplementasikan secara bertahap dan ditargetkan berjalan penuh pada tahun 2027. Dengan demikian, masyarakat diharapkan dapat beralih secara bertahap dari penggunaan minyak tanah ke listrik untuk kebutuhan memasak sehari-hari.
Manfaat bagi Negara dan Masyarakat
- Mengurangi subsidi energi – Alokasi dana subsidi dapat dialihkan ke sektor lain yang lebih produktif.
- Mendorong penggunaan energi bersih – Kompor listrik tidak menghasilkan emisi karbon seperti minyak tanah.
- Meningkatkan efisiensi rumah tangga – Biaya memasak dengan listrik diyakini lebih murah dalam jangka panjang.
Program ini juga dinilai sejalan dengan komitmen Indonesia dalam menurunkan emisi gas rumah kaca dan mencapai target netral karbon pada 2060. Pemerintah akan terus melakukan sosialisasi dan penyiapan infrastruktur kelistrikan agar transisi berjalan lancar.
