August 15, 2026

Pasutri di Bitung Diserahkan ke Kejaksaan usai Mobil Kredit Diduga Digadaikan

Pasutri di Bitung Diserahkan ke Kejaksaan usai Mobil Kredit Diduga Digadaikan

Kasus Dugaan Penggadaian Mobil Kredit di Bitung

Sepasang suami istri (pasutri) di Bitung, Sulawesi Utara, akhirnya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Bitung setelah terlibat dalam kasus dugaan penggadaian mobil yang masih dalam status kredit. Penyerahan tersangka dan barang bukti ini menandai tahap baru dalam proses hukum yang tengah berjalan.

Kronologi Singkat Perkara

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pasutri tersebut diduga menggadaikan sebuah mobil yang masih dalam masa cicilan atau kredit kepada pihak lain. Tindakan ini dilakukan tanpa sepengetahuan dan izin dari lembaga pembiayaan yang memberikan kredit. Kasus ini terungkap setelah pihak leasing melaporkan adanya indikasi penyalahgunaan aset kendaraan.

Proses Hukum dan Pelimpahan

Setelah melalui serangkaian penyelidikan dan penyidikan, penyidik dari kepolisian setempat menetapkan pasutri tersebut sebagai tersangka. Berkas perkara dinyatakan lengkap (P21) oleh Kejaksaan, sehingga dilakukan pelimpahan tahap kedua, yaitu penyerahan tersangka dan barang bukti ke jaksa penuntut umum.

Kepala Kejaksaan Negeri Bitung membenarkan telah menerima pelimpahan tersebut. “Kami telah menerima tersangka dan barang bukti dari penyidik. Selanjutnya, kami akan mempersiapkan surat dakwaan untuk segera disidangkan,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Pasal yang Disangkakan

Dalam kasus ini, pasutri tersebut dijerat dengan pasal berlapis, antara lain Pasal 372 tentang Penggelapan dan/atau Pasal 378 tentang Penipuan sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Ancaman hukuman maksimal yang dapat dijatuhkan adalah empat tahun penjara.

Imbauan untuk Masyarakat

Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar berhati-hati dalam melakukan transaksi kendaraan, terutama yang masih berstatus kredit. Penting untuk memastikan legalitas dokumen kendaraan sebelum membeli atau menerima gadai. Selain itu, bagi pihak yang memberikan kredit, disarankan untuk melakukan pengawasan ketat terhadap aset yang dibiayai.