PDIP Angkat Bicara soal Pertemuan Para Sekjen Partai Koalisi Prabowo-Gibran
Jakarta, CNN Indonesia
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) akhirnya buka suara terkait pertemuan yang melibatkan sekretaris jenderal (sekjen) dari partai-partai politik pengusung pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Pertemuan tersebut dinilai sebagai bagian dari dinamika politik yang wajar menjelang periode pemerintahan berikutnya.
Juru bicara PDIP, Ahmad Basarah, menyatakan bahwa partainya tidak mempermasalahkan agenda pertemuan antarpartai koalisi. Menurutnya, setiap partai politik memiliki hak untuk menjalin komunikasi dan silaturahmi politik, termasuk dengan partai di luar koalisi pendukung pemerintah saat ini.
Pertemuan Sekjen: Langkah Strategis atau Sekadar Silaturahmi?
Pertemuan yang digelar di sebuah restoran di kawasan Jakarta Selatan itu dihadiri oleh sekjen dari Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrat, dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Mereka membahas berbagai hal, mulai dari konsolidasi koalisi hingga persiapan menghadapi masa transisi pemerintahan 2024-2029.
Menanggapi hal tersebut, PDIP menegaskan bahwa politik adalah ruang untuk berdialog dan membangun kesepahaman. Meski PDIP tidak tergabung dalam koalisi Prabowo-Gibran, partai berlambang banteng ini tetap menghormati setiap upaya komunikasi politik yang dilakukan oleh partai lain.
Respons Resmi PDIP
Dalam keterangan resminya, Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, menekankan bahwa PDIP fokus pada agenda partai dan konsolidasi internal untuk menghadapi berbagai tantangan ke depan. Ia juga mengingatkan bahwa pertemuan antarpartai adalah hal yang lazim dalam demokrasi.
- PDIP menghormati hak setiap partai untuk mengadakan pertemuan.
- PDIP tidak melihat pertemuan tersebut sebagai ancaman, melainkan sebagai bagian dari proses politik yang sehat.
- PDIP akan terus mengawal jalannya pemerintahan dan memastikan kepentingan rakyat tetap menjadi prioritas utama.
Lebih lanjut, Hasto menambahkan bahwa PDIP siap bekerja sama dengan pemerintahan baru selama program-programnya berpihak pada rakyat kecil. Namun, PDIP juga akan tetap kritis jika ada kebijakan yang dinilai merugikan masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan lebih lanjut dari partai koalisi Prabowo-Gibran mengenai respons PDIP tersebut. Publik pun menunggu langkah politik selanjutnya dari PDIP yang selama ini dikenal sebagai partai oposisi yang vokal.
