August 4, 2026

CELIOS Kritik Program Kopdes Merah Putih: Kurang Urgen, Membebani Dana Desa, dan Mengancam Warung Kelontong

CELIOS Kritik Program Kopdes Merah Putih: Kurang Urgen, Membebani Dana Desa, dan Mengancam Warung Kelontong

Center for Economic and Law Studies (CELIOS) menyoroti sejumlah kelemahan dalam program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam kajian terbarunya, lembaga tersebut menilai bahwa inisiatif ini belum menunjukkan urgensi yang kuat, justru berpotensi membebani Anggaran Dana Desa serta mengancam keberlangsungan warung kelontong milik rakyat.

Minim Urgensi dan Dasar yang Kuat

Menurut CELIOS, program Kopdes Merah Putih tidak didasari oleh analisis kebutuhan yang mendalam. Mereka berpendapat bahwa tujuan pembentukan koperasi desa semestinya muncul dari inisiatif lokal, bukan sebagai proyek nasional yang dipaksakan. Hal ini dikhawatirkan akan membuat program tersebut kurang efektif dan tidak sesuai dengan kondisi riil di desa-desa.

Beban Baru bagi Dana Desa

Lebih lanjut, CELIOS menyoroti aspek pendanaan. Mereka menilai alokasi dana desa untuk membiayai program Kopdes Merah Putih justru akan menjadi beban tambahan. Dana desa yang seharusnya difokuskan pada pembangunan infrastruktur dasar, pemberdayaan masyarakat, dan penanggulangan kemiskinan, dikhawatirkan akan teralihkan untuk membiayai operasional koperasi yang belum tentu berkelanjutan.

Ancaman bagi Warung Kelontong Rakyat

Kekhawatiran lain yang diangkat adalah dampak negatif terhadap usaha mikro, khususnya warung kelontong. Dengan hadirnya koperasi desa yang didukung penuh oleh pemerintah, warung-warung kecil yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi lokal terancam tersingkir. CELIOS menekankan pentingnya perlindungan terhadap sektor informal yang sudah mapan dan menjadi sumber penghidupan banyak keluarga.

Rekomendasi dari CELIOS

Sebagai alternatif, CELIOS merekomendasikan agar pemerintah lebih fokus pada penguatan kapasitas koperasi yang sudah ada, serta memberikan pendampingan dan akses permodalan yang lebih baik. Selain itu, mereka menyarankan agar program Kopdes Merah Putih ditinjau ulang dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat desa dan pelaku usaha lokal. Tujuannya adalah menciptakan program yang benar-benar solutif tanpa mengorbankan sektor ekonomi rakyat yang sudah berjalan.