July 22, 2026

Praktik OTT Kepala Daerah Marak, Sahroni Soroti Mahalnya Biaya Politik

Praktik OTT Kepala Daerah Marak, Sahroni Soroti Mahalnya Biaya Politik

Maraknya operasi tangkap tangan (OTT) terhadap kepala daerah akhir-akhir ini mendapat sorotan dari politisi. Fenomena ini dinilai sebagai lingkaran setan yang dipicu oleh tingginya biaya politik.

Sahroni: Biaya Politik Tinggi Jadi Pemicu

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, menyampaikan keprihatinannya atas maraknya praktik OTT yang menimpa kepala daerah. Menurutnya, salah satu akar permasalahan adalah mahalnya biaya politik yang harus dikeluarkan oleh calon kepala daerah.

Sahroni menjelaskan bahwa tingginya biaya politik mendorong para pejabat terpilih untuk melakukan praktik korupsi demi mengembalikan modal yang telah dikeluarkan selama masa kampanye. Hal ini kemudian menciptakan lingkaran setan yang sulit diputus.

Dampak Mahalnya Biaya Politik

  • Mendorong praktik korupsi untuk mengembalikan modal kampanye.
  • Menciptakan budaya politik yang tidak sehat.
  • Menurunkan kepercayaan publik terhadap penyelenggara negara.

Kondisi ini, lanjut Sahroni, memerlukan perhatian serius dari semua pihak, termasuk pemerintah dan lembaga penegak hukum. Perlu ada upaya bersama untuk menekan biaya politik agar tidak memberatkan calon kepala daerah dan mengurangi potensi korupsi.

Harapan ke Depan

Sahroni berharap agar ke depannya sistem politik di Indonesia dapat diperbaiki, terutama dalam hal pembiayaan. Dengan biaya politik yang lebih terjangkau, diharapkan para pejabat terpilih dapat lebih fokus pada pelayanan publik dan pembangunan daerah, bukan pada upaya mengembalikan modal kampanye.