Prabowo Terima Paparan B50 dari Dirut Pertamina, Instruksikan Pengurangan Entitas Anak BUMN
Menteri Pertahanan sekaligus Presiden terpilih, Prabowo Subianto, menerima laporan langsung dari Direktur Utama Pertamina mengenai program bahan bakar nabati atau B50. Pertemuan tersebut turut membahas langkah strategis untuk mengurangi jumlah anak cucu perusahaan milik negara (BUMN).
Fokus pada Program B50
Dalam laporan yang disampaikan, Dirut Pertamina memaparkan rencana pengembangan dan implementasi B50, yang merupakan campuran 50% biodiesel berbasis kelapa sawit dengan bahan bakar minyak jenis solar. Prabowo menyambut baik inisiatif ini karena dinilai sejalan dengan upaya ketahanan energi nasional dan pengurangan impor bahan bakar fosil.
Instruksi Pengurangan Anak Cucu BUMN
Selain membahas B50, Prabowo juga memberikan arahan tegas terkait struktur BUMN. Ia meminta agar jumlah anak perusahaan dan cucu perusahaan BUMN dikurangi secara signifikan. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, memperkuat tata kelola, dan memastikan BUMN lebih fokus pada bisnis inti.
Prabowo menekankan bahwa banyak entitas turunan BUMN yang tidak memberikan nilai tambah optimal dan justru membebani keuangan negara. Oleh karena itu, ia menginstruksikan agar dilakukan audit menyeluruh dan restrukturisasi terhadap seluruh anak cucu BUMN.
- Prabowo menerima laporan langsung dari Dirut Pertamina terkait program B50.
- Ia menginstruksikan pengurangan jumlah anak cucu BUMN untuk efisiensi.
- Langkah ini diharapkan memperkuat tata kelola dan fokus bisnis utama BUMN.
Dengan adanya instruksi ini, diharapkan BUMN dapat beroperasi lebih efektif dan berkontribusi maksimal terhadap perekonomian nasional, sekaligus mendukung program energi terbarukan seperti B50.
