PJR BORR-Bocimi Imbau Pengemudi: Bahaya Berhenti di Bahu Jalan Bisa Picu Kecelakaan
Petugas Patroli Jalan Raya (PJR) dari ruas tol BORR dan Bocimi kembali mengingatkan para pengemudi akan risiko serius berhenti di bahu jalan. Kebiasaan ini dinilai sangat berbahaya dan sering menjadi pemicu kecelakaan lalu lintas.
Mengapa Berhenti di Bahu Jalan Berbahaya?
Bahu jalan sejatinya hanya diperuntukkan bagi kendaraan dalam keadaan darurat, seperti mogok atau mengalami kecelakaan. Namun, banyak pengemudi yang masih menyalahgunakannya untuk sekadar beristirahat, mengecek peta, atau bahkan buang air kecil. Tindakan ini sangat riskan karena:
- Kendaraan yang melaju kencang dari belakang bisa saja tidak sempat menghindar, terutama di malam hari atau saat cuaca buruk.
- Pengemudi yang keluar dari kendaraan di bahu jalan rentan tertabrak oleh kendaraan lain.
- Bahu jalan yang sempit tidak memberikan ruang aman bagi kendaraan yang berhenti.
Imbauan dari PJR BORR-Bocimi
Melalui patroli rutin dan sosialisasi, PJR BORR-Bocimi terus mengedukasi pengguna jalan agar mematuhi aturan. Mereka menekankan bahwa jika mengalami kondisi darurat, pengemudi harus segera menepi ke tempat yang lebih aman, seperti rest area atau tempat istirahat yang telah disediakan. Selain itu, pastikan menyalakan lampu hazard dan memasang segitiga pengaman di belakang kendaraan.
Dengan meningkatkan kesadaran bersama, diharapkan angka kecelakaan akibat berhenti sembarangan di bahu jalan dapat ditekan. Keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab kita semua.
