Bareskrim Kejar WN China Dalang Penipuan Email yang Rugikan Perusahaan AS Rp 6,2 Miliar
Jakarta – Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri tengah memburu seorang warga negara (WN) China yang diduga menjadi otak di balik aksi penipuan melalui email yang menimpa sebuah perusahaan asal Amerika Serikat (AS). Kerugian yang ditimbulkan mencapai Rp 6,2 miliar.
Kronologi Penipuan
Penipuan ini terungkap setelah perusahaan AS tersebut melaporkan kejadiannya kepada pihak berwenang. Pelaku diduga menggunakan modus business email compromise (BEC) atau kompromi email bisnis, di mana pelaku menyamar sebagai pihak yang berwenang untuk mengelabui korban.
Dalam aksinya, pelaku mengirimkan email palsu yang tampak resmi, meminta transfer dana ke rekening tertentu. Korban yang percaya kemudian mentransfer uang dalam jumlah besar sebelum menyadari bahwa email tersebut adalah palsu.
Peran WN China
Bareskrim mengidentifikasi bahwa WN China tersebut berperan sebagai otak atau perencana utama dalam skema penipuan ini. Ia diduga memiliki jaringan yang terorganisir dan menggunakan berbagai cara untuk menyamarkan jejaknya.
Kepala Bareskrim Polri menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku. “Kami akan berkoordinasi dengan pihak berwenang di China dan negara lain untuk menangkap pelaku,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Upaya Penegakan Hukum
Polri saat ini tengah melakukan pelacakan terhadap aliran dana dan komunikasi digital yang digunakan pelaku. Beberapa saksi dan ahli digital forensik telah dimintai keterangan untuk mengungkap jaringan ini.
- Penyitaan barang bukti elektronik di beberapa lokasi.
- Pemeriksaan terhadap sejumlah rekening bank yang diduga digunakan untuk menampung dana hasil kejahatan.
- Koordinasi dengan INTERPOL dan otoritas China untuk mempercepat proses penangkapan.
Bareskrim mengimbau masyarakat, terutama pelaku usaha, untuk lebih waspada terhadap modus penipuan berbasis email. Selalu verifikasi permintaan transfer dana melalui kanal resmi dan jangan mudah percaya pada email yang meminta transfer uang dalam jumlah besar.
