August 19, 2026

KRI Ki Hajar Dewantara: Spesifikasi Kapal Perang Eks Andalan yang Siap Dilego Prabowo

KRI Ki Hajar Dewantara: Spesifikasi Kapal Perang Eks Andalan yang Siap Dilego Prabowo

Kabar mengejutkan datang dari dunia pertahanan Indonesia. Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, dikabarkan akan menjual salah satu kapal perang legendaris milik TNI Angkatan Laut, yaitu KRI Ki Hajar Dewantara. Langkah ini tentu saja menuai berbagai reaksi dan pertanyaan, terutama mengenai spesifikasi dan alasan di balik penjualan aset penting tersebut.

Mengenal KRI Ki Hajar Dewantara

KRI Ki Hajar Dewantara bukanlah kapal perang sembarangan. Kapal ini memiliki sejarah panjang dan peran vital dalam menjaga kedaulatan laut Indonesia. Dibangun pada era 1980-an, kapal ini pernah menjadi salah satu tulang punggung kekuatan armada Barat TNI AL.

Nama ‘Ki Hajar Dewantara’ diambil dari pahlawan nasional pendidikan Indonesia, sosok yang identik dengan semangat mencerdaskan kehidupan bangsa. Penamaan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi para prajurit yang bertugas di dalamnya.

Spesifikasi Teknis yang Mengesankan

Meskipun usianya tidak muda lagi, spesifikasi KRI Ki Hajar Dewantara tetap menunjukkan kelasnya sebagai kapal perang modern pada zamannya. Berikut adalah beberapa spesifikasi teknis utamanya:

  • Kelas dan Tipe: Merupakan kapal perang tipe korvet yang dirancang untuk berbagai misi, mulai dari patroli hingga peperangan anti-kapal selam.
  • Dimensi: Memiliki panjang sekitar 85 meter dengan lebar 11 meter, menjadikannya kapal yang cukup besar dan stabil di tengah gelombang.
  • Berat: Bobot penuh kapal ini mencapai sekitar 1.300 ton, dilengkapi dengan berbagai sistem persenjataan dan sensor.
  • Kecepatan: Mampu melaju hingga kecepatan maksimal 30 knot, memungkinkan pergerakan cepat dalam merespons ancaman.
  • Persenjataan: Dilengkapi dengan meriam utama kaliber 57 mm, meriam sekunder 40 mm, serta tabung torpedo untuk pertempuran anti-kapal selam. Kapal ini juga dapat membawa rudal permukaan-ke-permukaan.
  • Sensor dan Elektronika: Terdapat radar pencari dan navigasi, serta sonar untuk mendeteksi keberadaan kapal selam di bawah permukaan.
  • Awak Kapal: Mampu menampung sekitar 90 hingga 100 personel, termasuk perwira dan tamtama.

Alasan di Balik Rencana Penjualan

Rencana penjualan KRI Ki Hajar Dewantara memunculkan spekulasi. Beberapa analis menduga bahwa langkah ini merupakan bagian dari modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI AL. Kapal-kapal tua yang biaya perawatannya tinggi dianggap tidak efisien lagi jika dibandingkan dengan pengadaan kapal baru yang lebih canggih.

Selain itu, penjualan aset militer yang masih layak pakai juga bisa menjadi sumber pendapatan negara. Namun, keputusan ini tetap harus dikaji ulang, mengingat kapal ini masih memiliki nilai strategis dan historis yang tinggi.

Dampak dan Prospek ke Depan

Jika penjualan benar-benar terjadi, maka akan ada kekosongan peran yang perlu segera diisi. TNI AL dipastikan akan mencari pengganti dengan kemampuan yang setara atau lebih baik. Di sisi lain, publik berharap agar proses penjualan dilakukan secara transparan dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Keputusan akhir masih menunggu perkembangan lebih lanjut. Yang jelas, langkah ini menandai babak baru dalam pengelolaan aset pertahanan Indonesia, dengan harapan agar kekuatan laut Indonesia semakin modern dan tangguh di masa depan.