Prabowo Ungkap Kecerdasan Tak Melulu dari Sekolah, Sindir Kampus Bahlil?
Jakarta – Menteri Pertahanan sekaligus Presiden terpilih, Prabowo Subianto, kembali menuai sorotan publik. Dalam sebuah kesempatan, ia melontarkan pernyataan kontroversial bahwa kecerdasan seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh pendidikan formal di sekolah. Pernyataan ini sontak dikaitkan dengan kritik terhadap institusi pendidikan, termasuk kampus tempat Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menimba ilmu.
Prabowo: Kecerdasan Bukan Hanya dari Bangku Sekolah
Dalam pidatonya, Prabowo menekankan bahwa banyak orang sukses di dunia yang justru tidak menempuh pendidikan tinggi. Ia mencontohkan para pengusaha dan pemimpin yang memiliki kecerdasan alami dan kemampuan memecahkan masalah tanpa gelar akademik mentereng. “Kecerdasan itu bukan hanya dari sekolah. Banyak yang pintar tapi tidak sekolah tinggi, dan sebaliknya,” ujar Prabowo, seperti dikutip dari berbagai sumber.
Pernyataan ini kemudian dikaitkan dengan latar belakang pendidikan Bahlil Lahadalia, yang dikenal sebagai pengusaha sukses dan kini menjabat Menteri Investasi. Bahlil sendiri diketahui menempuh pendidikan di sebuah universitas swasta di Papua. Meski demikian, Prabowo tidak secara eksplisit menyebut nama Bahlil dalam konteks kritik.
Prabowo Puji Kepemimpinan Bahlil dalam Peluncuran Buku
Di sisi lain, Prabowo justru memberikan pujian setinggi langit kepada Bahlil dalam acara peluncuran buku yang digelar beberapa waktu lalu. Dalam sambutannya, Prabowo menilai Bahlil sebagai pemimpin yang cakap dan memiliki naluri bisnis yang tajam. “Saya melihat langsung bagaimana Bahlil bekerja. Dia punya kemampuan luar biasa dalam mengelola investasi dan membangun jaringan,” puji Prabowo.
Pujian ini menunjukkan bahwa meski kerap mengkritik sistem pendidikan formal, Prabowo tetap mengakui kapasitas individu yang terbukti sukses di bidangnya. Hal ini sekaligus meredam spekulasi bahwa pernyataan sebelumnya merupakan sindiran terhadap kampus Bahlil.
Kenangan Masa Kecil: Dipukul Ikat Pinggang karena Nakal
Dalam kesempatan berbeda, Prabowo juga berbagi cerita masa kecilnya yang nakal. Ia mengaku pernah dihukum orang tuanya dengan ikat pinggang karena kenakalannya. “Saya dulu anak yang sangat nakal. Sampai-sampai orang tua saya memukul saya pakai ikat pinggang. Itu pelajaran berharga,” kenangnya.
Kisah ini menjadi bahan perbincangan hangat di media sosial, mengingat Prabowo dikenal sebagai figur yang tegas dan disiplin. Banyak warganet yang justru merasa terhibur dengan pengakuan jujur tersebut.
Kesimpulan
Pernyataan Prabowo tentang kecerdasan dan pendidikan formal kembali memicu perdebatan. Namun, di balik kontroversi, ia tetap menunjukkan konsistensi dalam mengapresiasi individu berprestasi tanpa memandang latar belakang pendidikannya. Publik pun menanti langkah konkretnya dalam memajukan sistem pendidikan nasional setelah resmi menjabat sebagai presiden.
