Pemerintah Pulihkan 8.486 Hektare Lahan Kopi Terdampak Bencana di Aceh Tengah
Pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah memulai program rehabilitasi lahan kopi seluas 8.486 hektare di Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh. Langkah ini diambil untuk memulihkan produktivitas perkebunan kopi yang mengalami kerusakan akibat bencana alam.
Dampak Bencana pada Perkebunan Kopi
Bencana alam seperti longsor dan banjir yang melanda Aceh Tengah dalam beberapa tahun terakhir telah merusak ribuan hektare lahan kopi. Kerusakan ini tidak hanya mengancam hasil panen, tetapi juga mata pencaharian petani setempat yang bergantung pada komoditas kopi.
Langkah Pemulihan yang Dilakukan
Program rehabilitasi mencakup beberapa kegiatan utama:
- Peremajaan tanaman – Mengganti pohon kopi yang rusak dengan bibit unggul yang lebih tahan terhadap kondisi cuaca ekstrem.
- Perbaikan infrastruktur lahan – Membangun terasering dan saluran drainase untuk mengurangi risiko erosi dan longsor di masa depan.
- Pelatihan petani – Memberikan pendampingan teknis tentang teknik budidaya kopi yang berkelanjutan dan adaptif terhadap perubahan iklim.
Target dan Harapan
Pemerintah menargetkan rehabilitasi lahan kopi ini selesai dalam dua tahun ke depan. Dengan pemulihan ini, diharapkan produksi kopi Aceh Tengah kembali meningkat dan kesejahteraan petani kopi dapat terangkat. Kopi Gayo, yang dikenal sebagai salah satu kopi terbaik di dunia, diharapkan tetap menjadi andalan ekspor daerah.
