August 8, 2026

Wacana Pergantian Kapolri: Pakar Sebut Pentingnya Koneksi Politik dengan Aktor Politik

Wacana Pergantian Kapolri: Pakar Sebut Pentingnya Koneksi Politik dengan Aktor Politik

Wacana mengenai pergantian Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) kembali mencuat ke permukaan. Menanggapi isu ini, seorang pengamat politik, Djayadi, memberikan pandangannya bahwa figur yang akan menduduki posisi puncak di institusi Polri tersebut harus memiliki hubungan politik yang erat dengan para aktor politik.

Pentingnya Hubungan Politik bagi Kapolri Baru

Menurut Djayadi, hubungan politik bukan sekadar soal kedekatan personal, melainkan merupakan kebutuhan strategis. Seorang Kapolri perlu mampu menjalin komunikasi dan koordinasi yang efektif dengan berbagai kekuatan politik, baik di eksekutif maupun legislatif. Hal ini penting untuk memastikan kebijakan kepolisian dapat berjalan selaras dengan arah kebijakan nasional.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Kapolri tidak bisa bekerja dalam ruang hampa. Institusi Polri adalah bagian dari sistem pemerintahan yang dinamis, sehingga sinergi dengan aktor politik menjadi krusial. Tanpa hubungan yang baik, dikhawatirkan akan muncul gesekan yang dapat menghambat kinerja kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kriteria Ideal Pengganti Kapolri

Djayadi juga menekankan beberapa kriteria lain yang perlu dipertimbangkan selain kemampuan membangun hubungan politik. Kriteria tersebut meliputi:

  • Integritas dan rekam jejak yang bersih.
  • Kapasitas kepemimpinan yang terbukti.
  • Pemahaman mendalam terhadap isu-isu keamanan dan penegakan hukum.
  • Kemampuan beradaptasi dengan dinamika sosial dan politik yang cepat berubah.

Dengan demikian, proses pemilihan Kapolri baru diharapkan tidak hanya didasarkan pada pertimbangan politik semata, tetapi juga pada kompetensi dan profesionalisme yang mumpuni untuk membawa Polri semakin dicintai masyarakat.